KONSULTASI
Logo

Pajak Air Permukaan Sawit Dinilai Janggal, Husaimi Hamidi: “Rp1.700 per Pokok Itu Geli Saya Dengarnya”

4 Februari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Pajak Air Permukaan Sawit Dinilai Janggal, Husaimi Hamidi: “Rp1.700 per Pokok Itu Geli Saya Dengarnya”
HOT NEWS

sawitsetara.co - PEKANBARU - Rencana DPRD Riau melalui Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah untuk menerapkan Pajak Air Permukaan (PAP) di perkebunan kelapa sawit menuai sorotan. Kebijakan tersebut dinilai masih menyisakan banyak persoalan dan seharusnya dikaji ulang sebelum benar-benar diterapkan.

Penilaian itu disampaikan petani sawit sekaligus mantan anggota DPRD Riau dua periode, Husaimi Hamidi, Selasa (3/2/2026). Ia menilai wacana pajak tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

“Menurut kami pajak ini masih perlu dikaji ulang. Memang sekarang katanya untuk perusahaan, bukan petani. Tapi kebijakan seperti ini bisa memicu kecemburuan sosial dan bahkan membuka peluang terjadinya praktik korupsi,” ujar Husaimi.

Tak hanya soal dampak sosial, Husaimi juga mempertanyakan dasar perhitungan pajak yang diwacanakan sebesar Rp1.700 per pokok kelapa sawit per bulan. Menurutnya, angka tersebut tidak memiliki landasan yang jelas dan sulit diterapkan di lapangan.

Sawit Setara Default Ad Banner

“Menghitung luas hektare sawit di Riau saja kelabakan, apalagi menghitung per pokok. Satu hektare belum tentu isinya 130 pokok, belum lagi kalau ada pohon mati. Lalu bagaimana cara menghitungnya? Jadi Rp1.700 per pokok ini, jujur saja, geli saya dengarnya,” tegasnya.

Ia menilai, jika pemerintah daerah ingin mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), seharusnya fokus pada sektor yang lebih terukur dan memiliki dasar hukum yang kuat, bukan justru menciptakan skema pajak yang berpotensi menyulitkan pengawasan.

Husaimi pun menyarankan agar Pemprov Riau dan DPRD Riau memaksimalkan pungutan PAP dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang dinilai jauh lebih potensial dan jelas objek pajaknya.

“Saya rasa lebih baik pemerintah mengejar PAP dari PKS. Berapa banyak PKS di Riau ini? Produksinya ada yang 80 ton sampai 8.000 ton per hari, tapi pajaknya belum maksimal. Dasar hukum dan perhitungannya sudah ada, tinggal dimaksimalkan saja,” pungkasnya.


Berita Sebelumnya
Mata Eco Co., Ltd dari Xiamen China Kunjungi APKASINDO, Jajaki Kerja Sama Produk Soil Conditioner Berbasis Organik

Mata Eco Co., Ltd dari Xiamen China Kunjungi APKASINDO, Jajaki Kerja Sama Produk Soil Conditioner Berbasis Organik

Perusahaan teknologi pertanian ramah lingkungan asal Xiamen, China, Mata Eco Co., Ltd, melakukan kunjungan resmi ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) di Pekanbaru, Riau pada Senin (2/2/2026).

3 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *