KONSULTASI
Logo

Sawit Dominasi Minyak Nabati Dunia, GAPKI Kalteng Minta Penilaian Global Lebih Adil

3 Februari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Sawit Dominasi Minyak Nabati Dunia, GAPKI Kalteng Minta Penilaian Global Lebih Adil
HOT NEWS

sawitsetara.co - PALANGKA RAYA - Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menegaskan bahwa kelapa sawit tidak selayaknya terus-menerus menjadi sasaran penilaian sepihak di panggung global. Ia meminta agar sawit dinilai secara adil dan sejajar dengan minyak nabati lainnya yang sama-sama mendominasi pasar dunia.

Menurut Rawing, selama ini kelapa sawit kerap disudutkan melalui isu lingkungan, tanpa dibandingkan secara proporsional dengan komoditas minyak nabati lain seperti kedelai, rapeseed, dan bunga matahari. Padahal, keempat jenis minyak nabati tersebut merupakan tulang punggung utama industri pangan dan energi dunia.

“Kalau mau menilai sawit, harus adil. Jangan hanya melihat dari satu sisi lingkungan, tetapi bandingkan juga dengan minyak nabati lain yang pangsa pasarnya sama-sama besar di dunia,” ujar Rawing Rambang.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia menjelaskan, data global tahun 2024 menunjukkan bahwa produksi dan konsumsi minyak nabati dunia didominasi oleh empat komoditas utama yang secara total memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan global. Dari jumlah tersebut, minyak sawit menempati posisi teratas dengan pangsa mencapai 40 persen.

Sementara itu, minyak kedelai berada di posisi kedua dengan kontribusi 28 persen, disusul rapeseed sebesar 15 persen, dan minyak bunga matahari sekitar 10 persen. Angka ini, menurut Rawing, menjadi bukti nyata bahwa sawit merupakan minyak nabati paling dominan dan paling dibutuhkan di pasar internasional saat ini.

“Fakta ini menegaskan bahwa sawit adalah komoditas strategis dunia. Tidak bisa dipungkiri, sawit saat ini menjadi primadona utama dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati global,” tegas Rawing.

Ia juga menyoroti perubahan besar dalam peta produksi minyak nabati dunia. Sejak awal tahun 2000-an, produksi kelapa sawit mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan bahkan berhasil menggeser dominasi minyak kedelai yang sebelumnya bertahan lebih dari satu abad sebagai minyak nabati utama dunia.


Sawit Setara Default Ad Banner

“Pertumbuhan ini bersifat revolusioner. Sawit tidak hanya mengejar, tetapi melampaui minyak kedelai yang selama puluhan tahun memimpin pasar,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini menilai capaian tersebut bukan sekadar soal angka statistik, melainkan cerminan dari daya saing tinggi kelapa sawit, baik dari sisi produktivitas, efisiensi lahan, maupun kontribusinya terhadap ketahanan pangan dan energi global.

“Prestasi ini menunjukkan peran strategis sawit dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Kontribusinya nyata dan tidak tergantikan dalam waktu dekat,” kata Rawing.

Dengan kontribusi sebesar itu, Rawing berharap masyarakat internasional, termasuk negara-negara konsumen dan lembaga global, dapat menilai kelapa sawit secara lebih objektif dan berimbang. Ia mengingatkan agar sawit tidak terus-menerus dibingkai melalui narasi negatif yang kerap didorong oleh kepentingan kompetitor.

“Kami berharap penilaian terhadap sawit dilakukan secara jujur dan adil, berdasarkan data dan fakta, bukan hanya isu-isu negatif yang tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya,” pungkasnya.

Tags:

GAPKI

Berita Sebelumnya
Mandatori B50 Batal, Sentimen Saham Sawit Terkoreksi: AALI, BWPT, LSIP Tetap Punya Peluang

Mandatori B50 Batal, Sentimen Saham Sawit Terkoreksi: AALI, BWPT, LSIP Tetap Punya Peluang

Kondisi ini dinilai menekan sentimen fundamental saham-saham sawit, terutama dibandingkan periode ketika pasar masih mengantisipasi lonjakan permintaan domestik yang lebih agresif

2 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *