KONSULTASI
Logo

PalmCo Bangun Pengolahan Sawit Terpadu di KEK Sei Mangkei

25 Maret 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
PalmCo Bangun Pengolahan Sawit Terpadu di KEK Sei Mangkei
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Komoditas kelapa sawit terus mendorong hilirisasi sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi. Salah satu perusahaan yang terus memacu hilirisasi yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo melalui pembangunan (groundbreaking) fasilitas pengolahan sawit terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari arah strategis perusahaan yang sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional, termasuk arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Program ini menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi yang lebih luas, tidak hanya di sektor sawit, tetapi juga berbarengan lintas sektor sebagaimana diarahkan Danantara,” ucap Jatmiko, kepada media.


Idul Fitri

Meski demikian, Jatmiko menegaskan, waktu pelaksanaan groundbreaking masih menunggu keputusan pemegang saham dan kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, setelah periode Lebaran.

“Secara kesiapan kami sudah matang. Tinggal menunggu keputusan pemegang saham, dan kami estimasikan bisa dilakukan pasca-Lebaran ini,” kata Jatmiko.

Lebih lanjut, Jatmiko juga menjelaskan, PalmCo kini menggeser fokus bisnis dari sekadar produksi dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi pengembangan produk turunan bernilai tambah tinggi. Contohnya, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG) mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan.

“Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat. Ini yang menjadi dorongan utama kami,” jelas Jatmiko.


Idul Fitri

Seperti diketahui bahwa pertumbuhan kinerja keuangan PalmCo sangat positif sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, perusahaan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 6,19 triliun, atau tumbuh 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Dari aspek produktivitas hulu, terjadi peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 20,63 ton per hektare (ton/ha), tumbuh 3 persen secara YoY. Sementara itu, produktivitas Crude Palm Oil (CPO) mencapai 4,70 ton/ha, atau tumbuh 9 persen secara tahunan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan menegaskan kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan besar Indonesia. Produktivitasnya tinggi, efisien dalam penggunaan lahan, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga industri besar. Inilah yang membuat sawit layak disebut miracle crop,” ujar Amran.


Idul Fitri

Berdasarkan data publikasi statistik Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian luas areal kelapa sawit Indonesia pada 2024 dan 2025 (angka sementara) tercatat mencapai 16,83 juta hektare.

Menurut Amran, arah kebijakan Kementan saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di sektor hulu, tetapi juga pada penguatan hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri. Pengembangan produk turunan sawit, mulai dari pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi seperti biodiesel, dinilai menjadi kunci memperkokoh ketahanan energi sekaligus memperluas lapangan kerja.



Berita Sebelumnya
Limbah Sawit Bukan Limbah, Apalagi Racun

Limbah Sawit Bukan Limbah, Apalagi Racun

Di sela riuh perdebatan tentang keberlanjutan industri sawit, ada satu bagian yang kerap luput dari sorotan: sisa produksinya. Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University Yanto Santosa menilai, justru di sanalah peluang ekonomi baru bersembunyi.

24 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *