KONSULTASI
Logo

Penas III Jadi Harapan Petani Sulteng, dari Harga TBS hingga Bantuan PSR

24 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Penas III Jadi Harapan Petani Sulteng, dari Harga TBS hingga Bantuan PSR
HOT NEWS

sawitsetara.co – JAKARTA — Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sulawesi Tengah, Siswanto, SP, berharap Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia ke-III (Penas III) menghasilkan solusi konkret bagi petani. Ia menyoroti penurunan harga tandan buah segar (TBS) dan kesenjangan harga yang diterima petani.

Menurut Siswanto, harga TBS menjadi persoalan krusial menjelang Penas III. Ia mengamati harga buah sawit terus menurun dalam beberapa hari terakhir, meskipun petani sedang menghadapi musim kemarau

“Kami berharap Penas ini dapat mendongkrak harga TBS petani sawit di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah,” kata Siswanto kepada sawitsetara.co, Sabtu (24/10/2026).

Ia menilai kesetaraan harga perlu menjadi perhatian dalam pembahasan nasional. Harga pembelian yang rendah dapat menekan pendapatan dan menghambat peningkatan kesejahteraan petani.

Karena itu, Siswanto berharap Penas III menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi petani daerah. Hasil pertemuan diharapkan mendorong kebijakan yang mendukung harga TBS lebih layak.

tamplate

Dorong Kemudahan Akses Bantuan

Selain persoalan harga, Siswanto menyoroti akses petani terhadap bantuan pemerintah. Ia berharap petani lebih mudah memperoleh dukungan sarana dan prasarana perkebunan.

Bantuan tersebut mencakup pembangunan jalan tani, pupuk, dan herbisida. Ia juga mendorong perluasan akses beasiswa bagi anak-anak petani sawit.

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) turut menjadi perhatian. Menurut Siswanto, persyaratan program perlu dipermudah agar petani dapat mengakses bantuan melalui kelompok tani, pemerintah kabupaten, maupun koperasi pengusul.

“Kami berharap petani sawit dapat dengan mudah mengakses dan mendapatkan bantuan, mulai dari sarana-prasarana hingga program replanting atau PSR,” ujarnya.

Siswanto juga menekankan pentingnya penyebaran informasi program strategis nasional kepada petani. Ia berharap DPP APKASINDO segera meneruskan informasi program pemerintah kepada pengurus wilayah.

Selanjutnya, DPW APKASINDO dapat menyampaikan informasi tersebut kepada DPD di berbagai kabupaten. Dengan begitu, petani memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses program yang tersedia.

tamplate

Bawa Aspirasi Petani Sulteng ke Penas III

Siswanto menyampaikan harapan tersebut menjelang keberangkatannya ke Jakarta untuk menghadiri Penas III. Ia juga berencana bertemu sejumlah mitra guna membahas akses bantuan sarana dan prasarana bagi petani di Sulawesi Tengah.

Penas III dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Petani Kelapa Sawit dan Sinergitas Hilir Kunci Kedaulatan Energi Indonesia”.

Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi petani sawit dari berbagai daerah. Forum ini diharapkan mempertemukan aspirasi petani dengan agenda pemerintah dan pelaku usaha.

Ketua Panitia Pelaksana Penas III, yang juga Sekjend DPP APKASINDO, Dr. (cn) Djono A. Burhan, sebelumnya menyampaikan bahwa forum tersebut dirancang untuk menyatukan pandangan petani. Pembahasan juga diarahkan pada penguatan sektor hulu dan hilir serta peningkatan kesejahteraan pekebun.

Penas III turut mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Melalui pertemuan ini, aspirasi petani Sulawesi Tengah diharapkan menjadi bagian dari pembahasan dan rekomendasi nasional.

Siswanto berharap hasil Penas III tidak berhenti pada pertemuan. Ia ingin pembahasan tersebut berlanjut menjadi program yang dapat dirasakan langsung oleh petani sawit.

Tags:

APKASINDOPENASPertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia

Berita Sebelumnya
Biaya Pakan Ternak Mahal, Limbah Sawit Bisa Pangkas Pengeluaran hingga 40 Persen

Biaya Pakan Ternak Mahal, Limbah Sawit Bisa Pangkas Pengeluaran hingga 40 Persen

Peternak kambing di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, memanfaatkan solid sawit yang difermentasi sebagai bahan pakan alternatif. Pengalaman ini menunjukkan potensi limbah industri kelapa sawit untuk menekan biaya produksi peternakan yang selama ini didominasi pengeluaran pakan.

23 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *