
sawitsetara.co – JAKARTA — Kedaulatan energi nasional, penguatan petani sawit, dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sejumlah agenda yang akan dibahas dalam Pertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia ke-3 (PENAS III) pada 27–29 Oktober 2026 di Jakarta.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) akan menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang dialog antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha. Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat posisi petani dalam pembangunan industri kelapa sawit nasional.
Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL,. mengatakan PENAS III akan diikuti ratusan petani dari 25 provinsi sentra kelapa sawit. Salah satu tujuan utamanya ialah memastikan aspirasi petani mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi dan kebijakan pemerintah.
“Salah satu tujuan utama pertemuan mendorong aspirasi petani mendapat perhatian lebih besar dalam penyusunan regulasi dan kebijakan pemerintah,” ujar Djono selaku Ketua Panitia PENAS III.
Mengusung tema Penguatan Petani Kelapa Sawit dan Sinergitas Hilir Kunci Kedaulatan Energi Indonesia, PENAS III yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini akan membahas penguatan industri sawit dari sektor hulu hingga hilir. Pembahasan ini mencakup peremajaan sawit rakyat, penguatan koperasi, peningkatan kesejahteraan petani, serta pengembangan industri hilir.
Menurut Djono, rangkaian pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan petani. Penguatan perkebunan rakyat perlu berjalan beriringan dengan pengembangan industri hilir agar petani memperoleh manfaat lebih besar dari rantai nilai kelapa sawit.
“Bagaimana Asta Cita ini secara nyata dapat mendukung penghidupan petani sawit dan hilirisasi industri sawit, yang juga menjadi penghasil devisa besar bagi Indonesia,” kata Djono.
Selain penguatan ekonomi petani, PENAS III juga akan menyoroti peran petani sawit dalam mendukung agenda lingkungan.Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO,. mengatakan petani tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga berpotensi menjadi garda terdepan dalam mitigasi dan pencegahan karhutla.
Menurut Gulat, pemerintah memandang industri kelapa sawit sebagai bagian integral dari keberlanjutan pembangunan nasional. Karena itu, upaya preventif yang melibatkan petani secara langsung dinilai penting untuk mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Melalui sinergi ini, diharapkan terbangun kebijakan konkret yang menempatkan petani sawit sebagai mitra strategis negara dalam mewujudkan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bebas dari ancaman karhutla,” ujar Gulat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Apkasindo berharap isu tersebut memperoleh perhatian dalam perumusan rekomendasi PENAS III. Dengan demikian, penguatan ekonomi petani dan upaya menjaga lingkungan dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan.
Hasil pertemuan nasional itu nantinya juga akan dibawa ke tingkat internasional melalui World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS), koalisi petani sawit dunia.
“Dengan demikian, agenda PENAS III ini turut menjadi dasar bagi Apkasindo memperjuangkan kemaslahatan petani kelapa sawit di tingkat dunia,” kata Djono.
Sejumlah pejabat pemerintah dijadwalkan menyampaikan materi dalam forum tersebut. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy akan membahas topik “Penguatan Hulu Hilir Kelapa Sawit dalam Mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia”.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan mengulas “Peremajaan Sawit Rakyat untuk Memastikan Kemandirian Pangan dan Energi Nasional”.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono akan membahas “Penguatan Koperasi Petani Sawit Indonesia dalam Mendukung Asta Cita No. 6 Presiden Republik Indonesia”.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrachman, juga akan menyampaikan materi mengenai dukungan lembaga tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *