
sawitsetara.co – PEKANBARU — Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia ke-III (Penas III) diharapkan menjadi momentum konsolidasi program kerja Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan bersama untuk memperkuat perjuangan dan kesejahteraan petani sawit nasional.
Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, KH Suher, mengatakan Penas III yang diselenggarakan DPP APKASINDO di Jakarta menjadi kesempatan bagi pengurus dari berbagai daerah untuk membahas program kerja organisasi.
“Insyaallah akan kita laksanakan. Semoga di Penas nanti semua yang menjadi program kerja, baik DPP maupun DPW APKASINDO di seluruh Indonesia, bisa kita bahas dan rangkum bersama,” kata Suher, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, pembahasan bersama tersebut penting untuk menyatukan langkah organisasi dalam memperjuangkan kepentingan petani sawit. Program dari tingkat pusat dan daerah diharapkan saling melengkapi sehingga menghasilkan arah kerja yang lebih terkoordinasi.
Suher berharap hasil Penas III memberikan manfaat bagi petani di berbagai wilayah Indonesia. Konsolidasi program tersebut diharapkan memperkuat upaya APKASINDO dalam mendorong kemajuan perkebunan rakyat.
“Harapannya, petani ke depan semakin jaya,” ujarnya.
Penas III Bahas Penguatan Petani dan Kedaulatan Energi
Penas III dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026. Kegiatan ini sekaligus menyambut HUT ke-26 APKASINDO dengan mengusung tema “Penguatan Petani Kelapa Sawit dan Sinergitas Hilir Kunci Kedaulatan Energi Indonesia”.
Ketua Panitia Pelaksana Penas III, Dr. (cn) Djono A. Burhan, mengatakan pertemuan tersebut menjadi wadah konsolidasi dan penyatuan pandangan petani sawit nasional. Forum ini juga dirancang untuk memperkuat dialog antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha.
Panitia berharap Presiden Republik Indonesia menghadiri kegiatan tersebut bersama sejumlah menteri, yakni Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pertanian, Menteri Pertahanan, dan Menteri Koperasi.
Salah satu agenda utama ialah diskusi Resolusi Hulu dan Hilir. Pembahasannya mencakup Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bursa mineral dan komoditas strategis, dukungan BPDP, serta sinergi perusahaan dengan petani.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, dijadwalkan menjadi salah satu narasumber. Dewan Pakar DPP APKASINDO, Dr. Tungkot Sipayung, juga dijadwalkan memberikan pandangan dalam forum tersebut.
Djono menjelaskan, pembahasan Penas III turut mengacu pada upaya memperkuat kolaborasi petani dan pemerintah. Salah satu fokusnya ialah implementasi Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi.
Panitia berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat perkebunan rakyat, dan mengembangkan industri hilir sawit.
Penyelenggaraan Penas III juga mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *