KONSULTASI
Logo

Periode 7–13 Oktober 2026: Harga TBS Sawit Swadaya Sumut Juga Turun

8 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Periode 7–13 Oktober 2026: Harga TBS Sawit Swadaya Sumut Juga Turun

sawitsetara.co - MEDAN — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pekebun mitra swadaya di Sumatera Utara turun pada periode 7–13 Oktober 2026. Penurunan berlaku untuk seluruh tingkat rendemen yang ditetapkan pemerintah daerah.

Berdasarkan berita acara penetapan harga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, harga TBS tertinggi untuk periode tersebut mencapai Rp3.379,99 per kilogram. Harga itu berlaku bagi tanaman dengan rendemen CPO 20,18 persen dan kernel 5,11 persen.

Adapun harga terendah berada pada tingkat rendemen CPO 18,97 persen dan kernel 5,42 persen, yakni Rp3.256,49 per kilogram.

Harga TBS tersebut ditetapkan berdasarkan rata-rata harga CPO lokal dan ekspor sebesar Rp14.637,23 per kilogram. Sementara rata-rata harga kernel lokal mencapai Rp12.802,48 per kilogram. Faktor K ditetapkan sebesar 92,29 persen.

Dibandingkan pekan sebelumnya, penurunan harga TBS swadaya berkisar Rp123,50 hingga Rp148,17 per kilogram. Penurunan terbesar terjadi pada rendemen CPO 20,18 persen.

apkasindo

Berikut harga TBS pekebun mitra swadaya Sumatera Utara periode 7–13 Oktober 2026:

Rendemen CPO 20,18% — kernel 5,11%: Rp3.379,99/kg

Rendemen CPO 19,98% — kernel 5,16%: Rp3.359,28/kg

Rendemen CPO 19,77% — kernel 5,21%: Rp3.338,56/kg

Rendemen CPO 19,57% — kernel 5,26%: Rp3.317,84/kg

Rendemen CPO 19,37% — kernel 5,31%: Rp3.297,13/kg

Rendemen CPO 19,17% — kernel 5,37%: Rp3.277,11/kg

Rendemen CPO 18,97% — kernel 5,42%: Rp3.256,49/kg.

Tags:

harga TBSHarga TBS SumutBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Praktisi Klaim Pulihkan Sawit Terinfeksi Ganoderma, Perubahan Terlihat dalam Hitungan Bulan

Praktisi Klaim Pulihkan Sawit Terinfeksi Ganoderma, Perubahan Terlihat dalam Hitungan Bulan

Sejumlah tanaman kelapa sawit yang terserang Ganoderma disebut dapat dipulihkan melalui perlakuan berbasis Trichoderma. Praktisi perkebunan kelapa sawit Ferry Harianja mengatakan pengalaman tersebut diperoleh dari penanganan tanaman di 16 lokasi.

7 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *