
sawitsetara.co - KUALA LUMPUR - Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Rabu (12/3/2026). Kenaikan ini terutama didorong oleh penguatan harga minyak mentah dunia yang memperbaiki sentimen pasar komoditas.
Trader proprietary di Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan harga minyak mentah saat ini tengah mendapat momentum akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan Asia Barat. Kondisi tersebut mendorong optimisme pelaku pasar terhadap komoditas minyak nabati.
“Karena itu kami melihat harga mendapat dukungan di atas RM4.400 per ton dan menghadapi level resistensi di RM4.600 per ton,” ujar David Ng kepada Bernama.com.
Pada saat laporan ini ditulis, harga minyak mentah acuan global Brent crude oil tercatat naik 4,29 persen menjadi US$90,95 per barel. Sejumlah laporan pasar juga memperkirakan harga CPO dalam jangka dekat pada 2026 akan berada di kisaran RM4.100 hingga RM4.200 per ton.
Proyeksi tersebut didukung oleh potensi kenaikan harga minyak mentah yang dapat meningkatkan keekonomian biodiesel, serta rencana kebijakan biodiesel Indonesia yang dikenal sebagai mandat B50.
Pada penutupan perdagangan, kontrak Maret 2026 dan April 2026 masing-masing naik RM73 menjadi RM4.385 dan RM4.471 per ton. Kontrak Mei 2026 meningkat RM71 menjadi RM4.499 per ton.
Sementara itu kontrak Juni 2026 bertambah RM65 menjadi RM4.493 per ton, kontrak Juli 2026 naik RM59 menjadi RM4.471 per ton, dan kontrak Agustus 2026 menguat RM56 menjadi RM4.440 per ton.
Volume perdagangan turun menjadi 94.388 lot dibandingkan 147.182 lot pada Selasa. Posisi terbuka juga melemah menjadi 224.565 kontrak dari sebelumnya 226.797 kontrak.
Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Maret wilayah Selatan naik RM70 menjadi RM4.440 per ton.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *