KONSULTASI
Logo

Petani Sawit Indonesia Gaungkan Peran Strategis Sawit Nasional di ASEAN Forum CISCE 2026 China

26 Juni 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Petani Sawit Indonesia Gaungkan Peran Strategis Sawit Nasional di ASEAN Forum CISCE 2026 China
HOT NEWS

sawitsetara.co – CHINA – Suara petani kelapa sawit Indonesia kembali menggema di panggung internasional. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mendapat kehormatan menjadi pembicara dalam ASEAN Forum pada ajang China International Supply Chain Expo (CISCE) 2026 yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026 di China.

Forum bergengsi yang mempertemukan pemimpin kamar dagang, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari China serta negara-negara ASEAN ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan rantai pasok kawasan di tengah dinamika perdagangan global.

Mewakili Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO., Head of International Relation APKASINDO, Dr. (Cn) Djono A. Burhan, S.Kom., MMgt (Int. Bus), CC, CL, tampil sebagai salah satu pembicara yang menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya industri kelapa sawit dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

Keberangkatan APKASINDO yang semula direncanakan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP APKASINDO akhirnya diwakilkan kepada Dr. (Cn) Djono A. Burhan. Keikutsertaan APKASINDO dalam forum internasional ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama yang dipimpin oleh perwakilan Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Kehadiran APKASINDO dalam forum tersebut turut disaksikan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, yang menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai fondasi kerja sama jangka panjang antara Indonesia, ASEAN, dan China.

“Hubungan Indonesia, ASEAN, dan China telah berkembang sejak lama dan memiliki potensi yang sangat besar untuk terus diperkuat di masa depan. Trust atau kepercayaan menjadi kunci dalam menciptakan kemajuan bersama,” ujar Anindya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam paparannya, Djono menegaskan bahwa industri kelapa sawit bukan sekadar komoditas ekspor, tetapi juga tulang punggung kehidupan jutaan masyarakat Indonesia.

“Indonesia bersyukur karena sawit tumbuh subur di negeri ini. Sekitar 16 juta petani kelapa sawit beserta keluarganya menggantungkan kehidupan dari industri sawit. Kehadiran sektor ini juga berkontribusi nyata dalam mengurangi angka kemiskinan di wilayah pedesaan sentra perkebunan sawit,” ungkap Djono.

Menurutnya, setiap transaksi minyak sawit yang dilakukan negara-negara ASEAN maupun China tidak hanya menciptakan manfaat ekonomi antarnegara, tetapi juga membawa dampak sosial yang besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya petani sawit.

“Setiap minyak sawit yang dibeli oleh negara ASEAN dan China memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak sekaligus manfaat sosial bagi jutaan petani kelapa sawit Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Djono juga menyampaikan apresiasi Ketua Umum DPP APKASINDO kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, atas dukungannya terhadap pengembangan industri sawit nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang memasukkan sektor sawit ke dalam Program Strategis Nasional.

Petani Sawit Indonesia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas yang telah mengikutsertakan perwakilan petani sawit dalam berbagai forum berskala internasional, khususnya yang berkaitan dengan industri kelapa sawit. Partisipasi tersebut dinilai sejalan dengan program Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, melalui Program Strategis Nasional (PSN) Hilirisasi Sawit Rakyat. Program PSN Hilirisasi Sawit Rakyat tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi sumber daya alam, mewujudkan ketahanan energi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaan program tersebut, APKASINDO menjadi salah satu perwakilan yang tergabung di dalam Satgas PSN.

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurut Djono, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menempatkan sawit sebagai salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam pembangunan nasional sekaligus penguatan kerja sama multilateral.

“Ketua Umum APKASINDO mengarahkan seluruh jajaran organisasi untuk terus mendorong pembangunan industri sawit yang berkelanjutan. Dukungan pemerintah melalui grand design masa depan sawit menjadi fondasi penting karena sawit merupakan industri strategis bagi pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya.

Djono menambahkan, ASEAN Forum CISCE memiliki nilai strategis karena dihadiri para pemimpin bisnis, kamar dagang, serta investor dari berbagai negara ASEAN dan China. Momentum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kontribusi, manfaat, dan peluang kerja sama sektor sawit Indonesia kepada dunia internasional.

Keikutsertaan APKASINDO dalam ASEAN Forum CISCE 2026 sekaligus menegaskan peran aktif organisasi dalam memperkuat diplomasi sawit Indonesia di tingkat global. Melalui forum ini, APKASINDO memastikan bahwa suara petani sawit Indonesia dapat didengar langsung oleh para pengambil kebijakan, pelaku industri, dan mitra strategis internasional, sehingga tercipta kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di masa depan.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
APKASINDO: Sawit Indonesia Harus Produktif, Berkelanjutan, dan Mampu Menjawab Tantangan Global

APKASINDO: Sawit Indonesia Harus Produktif, Berkelanjutan, dan Mampu Menjawab Tantangan Global

Industri kelapa sawit Indonesia memiliki peran yang sangat strategis bagi perekonomian nasional. Selain menjadi penyumbang devisa terbesar dari sektor perkebunan, sawit juga menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat serta penggerak pembangunan ekonomi di berbagai daerah.

25 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *