KONSULTASI
Logo

Produksi Sawit Indonesia 2025 Naik, Ekspor Tembus Rp590 Triliun

16 Maret 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Produksi Sawit Indonesia 2025 Naik, Ekspor Tembus Rp590 Triliun

sawitsetara.co - Kinerja industri sawit Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) meningkat signifikan, diikuti kenaikan ekspor yang mendorong nilai devisa hingga ratusan triliun rupiah.

Data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi CPO nasional pada 2025 mencapai 51,66 juta ton, naik 7,26% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 48,16 juta ton.

Kenaikan juga terjadi pada produksi minyak inti sawit atau PKO yang tumbuh 6,41% menjadi 4,89 juta ton dari sebelumnya 4,60 juta ton.

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono mengatakan, jika digabungkan, total produksi CPO dan PKO sepanjang 2025 mencapai 56,553 juta ton atau meningkat 7,18% dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 52,762 juta ton.

“Dengan demikian produksi CPO dan PKO 2025 mencapai 56.553 ribu ton yang lebih tinggi 7,18% dari produksi tahun 2024,” kata Mukti.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi produk sawit juga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025 total konsumsi mencapai 24,77 juta ton atau naik 3,82% dibandingkan 2024 yang sebesar 23,86 juta ton.

Lonjakan terbesar berasal dari sektor biodiesel yang meningkat 10,97% menjadi 12,70 juta ton. Kenaikan ini sejalan dengan implementasi mandatori campuran biodiesel yang naik dari B35 menjadi B40.

Sementara itu konsumsi untuk industri oleokimia naik tipis 1,22% menjadi 2,23 juta ton.

Berbeda dengan sektor energi dan industri, konsumsi sawit untuk pangan justru mengalami penurunan. Pada 2025 konsumsi pangan tercatat 9,83 juta ton, turun 3,64% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 10,21 juta ton.

DPP

Di pasar global, ekspor sawit Indonesia juga mengalami peningkatan. Total ekspor pada 2025 mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51% dibandingkan 2024 yang sebesar 29,54 juta ton.

Kenaikan ekspor terutama berasal dari produk minyak sawit olahan yang mencapai 22,73 juta ton, naik dari 20,45 juta ton pada tahun sebelumnya.

Selain itu, ekspor olahan minyak inti sawit meningkat menjadi 1,56 juta ton dari 1,26 juta ton. Ekspor oleokimia juga naik menjadi 5,07 juta ton dari 4,79 juta ton, sedangkan ekspor CPO meningkat menjadi 2,96 juta ton dari 2,91 juta ton.

Secara geografis, peningkatan ekspor terbesar terjadi ke kawasan Afrika yang bertambah 991 ribu ton. Disusul peningkatan ekspor ke China sebesar 644 ribu ton, Malaysia 516 ribu ton, Bangladesh 503 ribu ton, serta Pakistan 214 ribu ton.

Sebaliknya, beberapa pasar utama mengalami penurunan impor sawit Indonesia. Ekspor ke India turun 859 ribu ton, ke negara-negara Uni Eropa (EU-27) turun 97 ribu ton, dan ke Amerika Serikat berkurang 15 ribu ton.

Secara nilai, ekspor sawit Indonesia pada 2025 mencapai US$35,87 miliar atau sekitar Rp590 triliun. Angka ini melonjak 29,23% dibandingkan nilai ekspor tahun 2024 yang sebesar US$27,76 miliar.

Peningkatan nilai ekspor tersebut dipicu oleh naiknya volume pengiriman serta harga rata-rata CPO di pasar global. Harga rata-rata CIF Rotterdam tercatat meningkat menjadi US$1.221 per ton dari US$1.084 per ton pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, meningkatnya produksi dan konsumsi membuat stok akhir CPO dan PKO nasional mengalami penurunan.

Pada akhir 2025, stok tercatat sebesar 2,068 juta ton, turun 19,79% dibandingkan stok akhir 2024 yang mencapai 2,577 juta ton.


Berita Sebelumnya
Prabowo: Batu Bara dan Sawit Prioritas Nasional, Ekspor Tunggu Kebutuhan RI Terpenuhi

Prabowo: Batu Bara dan Sawit Prioritas Nasional, Ekspor Tunggu Kebutuhan RI Terpenuhi

Dalam arahannya kepada para pengusaha, kepala negara menyoroti komoditas strategis seperti batu bara dan kelapa sawit yang dinilai memiliki peran penting bagi kebutuhan dalam negeri.

14 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *