KONSULTASI
Logo

PT Bestari Gelar Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Didukung BPDP, Libatkan 172 Peserta dari Indragiri Hilir

6 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
PT Bestari Gelar Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Didukung BPDP, Libatkan 172 Peserta dari Indragiri Hilir

sawitsetara.co - PEKANBARU – PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit yang berlangsung pada 5–11 Juli 2026 di Hotel Novotel Pekanbaru, Riau.

Kegiatan yang dibuka pada Senin (6/7/2026) ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 172 peserta yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh pembelajaran komprehensif mengenai budidaya kelapa sawit yang baik dan benar, mulai dari materi di dalam kelas hingga praktik lapangan (field trip) yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara langsung.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan PT Bestari, perwakilan BPDP via daring, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, narasumber dari berbagai perusahaan perkebunan, serta seluruh peserta pelatihan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Pelatihan, Dr. Mulono Apriyanto, S.TP., M.P., C.APO., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Komisaris Utama PT Bestari Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO yang turut hadir di hari pembukaan, para narasumber, tamu undangan, dan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan.

“Alhamdulillah, peserta pelatihan hari ini seluruhnya berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir dengan jumlah 172 orang. Kami bersyukur sekaligus bangga karena diberikan kepercayaan oleh BPDP untuk melaksanakan pelatihan bagi saudara-saudara kita dari Indragiri Hilir. Ini menjadi amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi PT Bestari untuk menghadirkan pelatihan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta,” ujar Dr. Mulono.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Oleh karena itu, materi yang diberikan dalam pelatihan disusun secara aplikatif dengan melibatkan para praktisi yang telah berpengalaman di bidangnya.

Dr. Mulono menjelaskan bahwa narasumber pelatihan berasal dari dua kelompok, yaitu tenaga ahli internal PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) dan narasumber eksternal yang merupakan praktisi profesional dari sejumlah perusahaan perkebunan nasional. Narasumber eksternal juga memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan budidaya kelapa sawit.

“Mereka adalah praktisi yang setiap hari berkecimpung di lapangan. Dengan pengalaman yang dimiliki, kami optimistis akan terjadi transfer ilmu dan berbagi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi seluruh peserta. Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memahami praktik terbaik yang diterapkan di perusahaan-perusahaan perkebunan besar,” jelasnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pelatihan dibagi menjadi dua metode pembelajaran. Tahap pertama berupa sesi kelas yang dilaksanakan di Hotel Novotel Pekanbaru dengan berbagai materi terkait teknik budidaya kelapa sawit, pengelolaan tanaman, pemeliharaan, hingga aspek peningkatan produktivitas kebun. Selanjutnya, peserta akan mengikuti sesi praktik lapangan melalui kegiatan field trip ke salah satu kebun kelapa sawit milik PT Sinarmas.

Kegiatan kunjungan lapangan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi peserta untuk melihat secara langsung penerapan teknik budidaya kelapa sawit yang sesuai dengan standar operasional perusahaan, sekaligus menjadi kesempatan berdiskusi dengan praktisi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Selain memperkuat kompetensi teknis peserta, pelatihan ini juga menjadi wadah untuk membangun jejaring antarpeserta serta mempererat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung BPDP ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan. Melalui pelatihan seperti ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing sehingga dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha perkebunan, serta kesejahteraan para pekebun.

Di akhir laporannya, Dr. Mulono berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan kemampuan di bidang budidaya kelapa sawit.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan semangat, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin. Semoga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di lapangan sehingga memberikan manfaat bagi diri sendiri, kelompok tani, dan kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” pungkasnya.


Berita Sebelumnya
AKPY: Peserta Pelatihan Sawit BPDP Harus Jadi Agen Perubahan di Daerah

AKPY: Peserta Pelatihan Sawit BPDP Harus Jadi Agen Perubahan di Daerah

Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan telah menyelenggarakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan. Agenda ini diarahkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis budidaya kelapa sawit, tetapi juga mencetak agen perubahan yang mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong praktik perkebunan berkelanjutan di daerah.

5 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *