
sawitsetara.co – DUMAI — Pondok Pesantren Al Amin Dumai, Riau, memperluas perannya dalam mendorong perkebunan sawit berkelanjutan. Melalui program Santripreneur Kopontren Al Amin Dumai, pesantren tersebut akan menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik pada 17–18 November 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian petani sawit melalui penguatan ekonomi, kepedulian lingkungan, serta pembinaan karakter. Pelatihan tersebut merupakan hasil sinergi Kopontren Al Amin Dumai dengan Lembaga Mutu Institute dan Mutu Internasional.
Sebanyak 45–50 peserta diperkirakan mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas petani sawit di sekitar pesantren dan perwakilan 10 pondok pesantren mitra di Provinsi Riau.
Pengasuh Pesantren Al Amin Dumai, KH. W. Zainal Abidin, M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Kopontren Al Amin bersama 10 pondok pesantren percontohan se-Riau pada 2025. Program itu dirancang untuk menjadikan pesantren sebagai pusat edukasi bagi petani sawit di lingkungan sekitarnya.
Menurut dia, keberlanjutan industri sawit tidak cukup hanya mengandalkan produktivitas dan keuntungan ekonomi. Ada tiga dimensi yang harus berjalan beriringan, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Keberlanjutan sawit bertumpu pada tiga dimensi, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Zainal.
Dari aspek ekonomi, penggunaan pupuk organik diharapkan membantu petani menekan biaya produksi sekaligus membangun kemandirian usaha tani. Dari sisi lingkungan, pupuk organik berperan menjaga kesehatan tanah dan kelestarian lahan dalam jangka panjang.
Sementara itu, dimensi sosial dibangun melalui pembinaan mental dan spiritual. Pesantren ingin menanamkan nilai amanah, kejujuran, dan integritas kepada masyarakat yang terlibat dalam kegiatan perkebunan sawit.
“Teknologi dan modal tidak akan cukup tanpa amanah. Pupuk yang sampai ke pohon sesuai takaran adalah buah dari kejujuran dan tanggung jawab pelaksananya. Di sinilah pesantren mengambil peran, yaitu membangun karakter di samping keterampilan,” kata Zainal.
Kegiatan ini direncanakan dibuka oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Harianto. Pelatihan ini juga membuka kesempatan bagi pemerintah, dinas terkait, dan pihak swasta untuk bersinergi terlibat dalam mendukung pelatihan tersebut.
Dukungan terhadap agenda ini juga datang dari Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO. Dukungan tersebut disampaikan langsung melalui sambungan telepon WhatsApp kepada Zainal pada Kamis (5/11/2026).
Zainal mengatakan Dr. Gulat menyambut positif inisiatif tersebut, terutama karena pesantren turut mengambil peran dalam memperkuat keberlanjutan perkebunan sawit. Dr. Gulat menyampaikan pondok pesantren dapat mengambil peran dari dimensi sosial untuk membentuk mental spiritual sumber daya manusia (SDM) kelapa sawit.
“Dr. Gulat sangat mendukung agenda kegiatan yang sangat baik ini, terkhusus dalam mendukung keberlanjutan sawit di sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang kondusif melalui peran santri dan pesantren dalam pembentukan mental spiritual masyarakat yang terlibat dalam budidaya sawit bersama petani sawit,” jelas Zainal.
Melalui pelatihan pupuk organik dan pengembangan jaringan pesantren percontohan, Al Amin berharap pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren juga diharapkan berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, edukasi perkebunan, dan penguatan karakter petani sawit di Riau.
Memperluas Jaringan Pesantren Sawit
Pengembangan Santripreneur Al Amin Dumai memiliki rekam jejak dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian. Pada 15 Oktober 2022, pesantren yang diasuh Zainal tersebut menerima penghargaan Terbaik Nasional sebagai Pondok Pesantren Berbasis Pertanian Total Organik (MA-11) dalam ajang ANSA Award di Boyolali.
Kemudian pada 2025, Al Amin bersama 10 pesantren mitra diluncurkan sebagai pondok pesantren percontohan se-Riau. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Penjabat Gubernur Riau yang diwakili Tengku Zul Efendi.
Kesepuluh pesantren itu menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Kopontren Al Amin untuk menjadi pusat edukasi petani sawit di sekitar lingkungan pesantren. Saat ini, sebanyak 82 pondok pesantren telah menyatakan komitmen bersinergi dengan Al Amin dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis kearifan lokal. Dari target 29 pesantren yang direncanakan menjadi Pesantren Sawit Percontohan se-Riau sejak 2025, pada tahun ini ditawarkan 10 pesantren yang siap menyepakati lima komitmen bersama.
Momentum Hari Santri 2026 turut memperkuat jaringan tersebut. Dalam peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Riau di Kota Dumai pada 18–22 Oktober 2026, Santripreneur Al Amin berpartisipasi dalam Bazar UMKM dan Expo Pesantren.
Al Amin menghadirkan dua booth berukuran 3 x 6 meter. Area tersebut dibagi menjadi empat zona, yakni kuliner dan edukasi gizi lokal, kreativitas dan fashion sawit, sanitasi dan kosmetik, serta zona hijau dan kampanye kebaikan sawit. Partisipasi itu terlaksana melalui kolaborasi dengan GAPKI Riau, KADIN Dumai, serta sejumlah simpatisan, termasuk anggota DPRD Kota Dumai, Hj. Jufrida.
Pada kesempatan yang sama, pesantren juga menerima kunjungan dan studi tiru dari sejumlah lembaga pendidikan Islam. Rombongan tersebut meliputi Ponpes IBS Pekanbaru sebanyak 22 orang, pimpinan Ponpes Assalam Nagaberalih Kampar, Al Imtinan Putri Tembilahan, dan Arraasyidiyah Tembilahan sebanyak 30 orang, serta Ponpes Al Azkiya Tembilahan sebanyak 110 orang. Total sekitar 160 tamu berkunjung selama dua hari.
Lima Komitmen untuk Kemandirian Ekonomi
Dalam memperluas gerakan tersebut, Al Amin mengajak pesantren mitra menyepakati lima komitmen bersama.
Pertama, memaksimalkan potensi pesantren berbasis kearifan lokal yang ramah lingkungan. Kedua, mendukung ketahanan pangan melalui sistem pertanian terpadu atau integrated farming system.
Ketiga, memperkuat ekonomi dan keuangan syariah untuk mencapai kemandirian. Keempat, menjadikan pesantren sebagai pusat edukasi bagi petani sawit di sekitarnya. Kelima, membangun sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Dari rangkaian kegiatan Hari Santri 2026, terpilih 10 pondok pesantren se-Riau yang menyatakan kesiapan menjadi pusat edukasi petani sawit. Peluncuran pesantren tersebut direncanakan berlangsung bersamaan dengan pembukaan pelatihan pupuk organik pada 17 November 2026 di Pondok Pesantren Al Amin Dumai.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *