
sawitsetara.co – JAKARTA — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat kerja sama dengan industri kelapa sawit untuk mempercepat penyerapan lulusan program beasiswa SDM Sawit. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mempertemukan perguruan tinggi dengan perusahaan sawit sektor hulu dan hilir.
Perwakilan Komite Pengembangan SDM Perkebunan BPDP, Dr. Sri Gunawan, mengatakan program beasiswa SDM Sawit tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan akses pendidikan. Program tersebut juga harus menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Menurut dia, BPDP telah menjalin kerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Kerja sama itu diharapkan membuka peluang bagi perusahaan anggota GAPKI untuk menerima alumni penerima beasiswa SDM Sawit.
“Supaya alumni program beasiswa SDM Sawit BPDP ini tidak usah menunggu mencari pekerjaan, tetapi langsung bisa bekerja. BPDP juga sudah disampaikan tadi, bekerja sama dengan GAPKI. Tujuannya apa? Supaya GAPKI itu nanti menerima alumni-alumni dari program beasiswa SDM Sawit,” kata Sri Gunawan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Seleksi Lembaga Penyelenggara Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2027 di Hotel Movenpick City Centre, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, BPDP berencana menggelar forum group discussion (FGD) pada November 2026. Forum tersebut akan melibatkan perusahaan kelapa sawit dari sektor hulu hingga hilir. FGD itu akan membahas kebutuhan tenaga kerja industri, termasuk program studi yang diperlukan perusahaan dan jumlah lulusan yang dibutuhkan.
“Dalam waktu dekat, nanti di bulan November ini kami akan mengadakan FGD. Kami akan mengundang perusahaan-perusahaan kelapa sawit hulu dan hilir. Sebetulnya program studi sawit yang dibutuhkan itu apa, kebutuhannya berapa. BPDP punya calon alumni berapa, dari kampus mana saja, dan kapan lulusnya. Itu nanti akan didiskusikan,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, BPDP ingin memperoleh gambaran kebutuhan tenaga kerja secara lebih terukur. Data calon alumni dari berbagai perguruan tinggi nantinya akan dipertemukan dengan kebutuhan perusahaan.
Sri Gunawan mengatakan BPDP berupaya mencarikan industri yang dapat menampung lulusan program beasiswa. Namun, peluang penyerapan kerja harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kompetensi alumni.
Ia mengingatkan perguruan tinggi agar tidak hanya mengejar kesempatan menjadi penyelenggara beasiswa, tetapi juga bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang mampu bersaing.
“Jangan sampai alumni ini nanti memalukan BPDP yang sudah dikasih beasiswa, tetapi tidak kompeten. Tidak bisa bersaing dengan alumni perguruan tinggi lainnya. Mereka harus kompeten di kelapa sawit,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan program beasiswa tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan. Kualitas lulusan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan industri juga menjadi perhatian.
Kerja sama antara kampus dan perusahaan, lanjutnya, dapat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Perguruan tinggi berpeluang menambah mitra industri, memperluas wawasan, memperoleh tempat magang, serta membuka kesempatan penyerapan lulusan.
BPDP berharap penguatan kemitraan tersebut menjadikan program beasiswa SDM Sawit lebih terhubung dengan kebutuhan nyata industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *