KONSULTASI
Logo

Sekjen DPP APKASINDO: Biomassa Sawit Jadi Peluang Besar UMKM Naik Kelas

8 April 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Sekjen DPP APKASINDO: Biomassa Sawit Jadi Peluang Besar UMKM Naik Kelas
HOT NEWS

sawitsetara.co - Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO, Dr. Rino Afrino, menegaskan bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang melalui pemanfaatan biomassa dan produksi biopelet.

Hal tersebut disampaikan Rino dalam seminar bertajuk pemberdayaan UMKM kelapa sawit melalui pengolahan biomassa dan produksi biopelet yang diselenggarakan oleh DPW APKASINDO Jambi. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari petani sawit, pelaku UMKM, hingga mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Rino menjelaskan bahwa industri kelapa sawit memiliki karakter berbeda dibandingkan sektor minyak dan gas. Jika sektor migas cenderung eksklusif dan tidak memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekitar, maka sawit justru menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas.

“Sawit ini berbeda dengan minyak. Kalau minyak itu eksklusif, tidak banyak dirasakan masyarakat sekitar. Tapi sawit, dari satu aktivitas saja, bisa memunculkan banyak kegiatan ekonomi lain yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Rino.

9d2c4dfe-745e-4481-b2db-55df853e8f04.jpeg
Sawit Setara Default Ad Banner

Ia menambahkan, perputaran ekonomi dari sektor sawit mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari petani, pedagang, hingga pelaku usaha kecil. Hal inilah yang menjadikan sawit sebagai salah satu sektor penopang utama ekonomi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi.

Secara tidak langsung, Rino menekankan bahwa keberadaan industri sawit telah menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia dan berkontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Rino menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan sawit, khususnya melalui pemanfaatan limbah biomassa. Ia menyebutkan bahwa limbah sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah seperti biopelet.

“Melalui biomassa dan biopelet ini, kita tidak hanya bicara soal limbah, tapi bagaimana limbah itu diolah menjadi energi dan produk yang punya nilai ekonomi tinggi. Ini peluang besar untuk UMKM,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa pengembangan biopelet dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung program energi terbarukan di Indonesia.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam kesempatan tersebut, Rino turut mengingatkan pentingnya kolaborasi antar pelaku sektor sawit. Ia menilai bahwa tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada sumber daya, melainkan pada kurangnya sinergi dan semangat untuk tumbuh bersama.

“Ujian terbesar kita sebenarnya adalah ketika kita tidak mau saling membangun dan berjuang bersama. Padahal, kekuatan sawit ini ada pada kebersamaan,” ungkapnya.

Secara tidak langsung, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga pemangku kebijakan, untuk memperkuat kerja sama demi mendorong kemajuan sektor sawit secara berkelanjutan.

Selain itu, Rino juga menyinggung berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai sebagai upaya untuk memperkuat kedaulatan negara dalam mengelola sumber daya alam. Ia menyebut bahwa berbagai program strategis yang diluncurkan pemerintah merupakan langkah untuk mengembalikan pengelolaan sumber daya kepada kepentingan rakyat.

Dalam arahannya kepada mahasiswa, Rino menekankan pentingnya memahami sejarah dan peran sawit di Indonesia. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya menjalani pendidikan formal, tetapi juga memahami konteks besar sektor yang menjadi penopang ekonomi bangsa.

“Jangan hanya kuliah saja, tapi pahami kenapa hari ini puluhan juta orang hidup dari sawit. Ini sektor yang sangat besar dan penting untuk masa depan kita,” katanya.

Secara tidak langsung, ia mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan terlibat dalam pengembangan sektor sawit, termasuk melalui inovasi dan kewirausahaan berbasis sawit.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong hilirisasi sawit di tingkat daerah, khususnya melalui penguatan UMKM berbasis biomassa dan energi terbarukan. Dengan pemanfaatan teknologi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha, sektor sawit diyakini mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat.

Di akhir pemaparannya, Rino menyampaikan optimisme bahwa sektor kelapa sawit akan terus menjadi pilar penting ekonomi nasional jika dikelola secara inklusif dan berkelanjutan.

“Kalau kita kelola dengan baik dan bersama-sama, sawit ini bukan hanya menyelamatkan ekonomi daerah, tapi juga menjadi kekuatan besar bagi kedaulatan ekonomi Indonesia,” tutupnya.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
BPDP Umumkan Lembaga Lolos Seleksi Penyelenggara Pelatihan SDM Perkebunan 2026

BPDP Umumkan Lembaga Lolos Seleksi Penyelenggara Pelatihan SDM Perkebunan 2026

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara resmi mengumumkan hasil seleksi lembaga penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026.

7 April 2026Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *