KONSULTASI
Logo

Sektor Sawit Diproyeksi Makin Berkilau pada 2027, El Niño dan B50 Jadi Katalis Harga CPO

23 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Sektor Sawit Diproyeksi Makin Berkilau pada 2027, El Niño dan B50 Jadi Katalis Harga CPO

sawitsetara.co - Sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia diproyeksikan memasuki 2027 dengan prospek yang semakin positif. Ancaman El Niño yang berpotensi menekan produksi sawit serta lonjakan kebutuhan domestik untuk program biodiesel B50 diperkirakan menjadi kombinasi kuat yang memperketat pasokan dan menopang harga crude palm oil (CPO) di pasar global.

Laporan riset CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) mencatat probabilitas terjadinya El Niño kuat pada akhir 2026 hingga awal 2027 mencapai lebih dari 90 persen.

Fenomena cuaca tersebut berpotensi membawa dampak terhadap produksi sawit. Defisit curah hujan di sejumlah wilayah sentra produksi, termasuk Kalimantan, diperkirakan menekan produktivitas tandan buah segar (TBS) emiten sawit sebesar 4,5–5,8 persen secara tahunan.

Tekanan dari sisi pasokan tersebut berpotensi semakin terasa karena pada saat yang sama kebutuhan CPO di dalam negeri diproyeksikan meningkat signifikan.

Penerapan penuh mandatori B50 sepanjang 2027 diperkirakan membutuhkan sekitar 17,6 juta ton bahan baku sawit. Meningkatnya serapan domestik ini pada akhirnya berpotensi mengurangi ketersediaan CPO untuk pasar ekspor.

apkasindo

Kombinasi antara potensi penurunan produksi akibat El Niño dan meningkatnya permintaan domestik tersebut menjadi salah satu katalis utama yang membuat CGSI menaikkan proyeksi harga acuan CPO Malaysia menjadi 4.800 ringgit Malaysia per ton pada 2027.

Seiring prospek sektor yang semakin kuat, sejumlah emiten sawit juga dinilai memiliki potensi pertumbuhan kinerja pada 2027.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menjadi salah satu emiten yang mencatatkan proyeksi pertumbuhan laba bersih inti cukup tinggi. CGSI memproyeksikan laba bersih inti AALI pada 2027 melonjak 42,8 persen, dengan dukungan posisi kas bersih yang kuat.

Sementara itu, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dinilai memiliki sejumlah faktor pendukung, mulai dari biaya operasional yang efisien, produktivitas yang tinggi hingga potensi dividend yield yang menarik.

Adapun PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) turut menjadi salah satu saham yang mendapat perhatian seiring proses deleveraging perusahaan serta arus kas operasional yang solid.

apkasindo

Dengan semakin kuatnya kombinasi katalis dari sisi pasokan dan permintaan, CGSI menaikkan pandangannya terhadap sektor perkebunan Indonesia dari neutral menjadi overweight.

Prospek tersebut menunjukkan bahwa dinamika industri sawit pada 2027 tidak hanya akan ditentukan oleh produksi perkebunan, tetapi juga oleh meningkatnya kebutuhan domestik untuk pemenuhan energi berbasis sawit melalui implementasi B50.


Berita Sebelumnya
Kementan Kucurkan Rp228 Juta untuk Dukung Sawit Rakyat di Seluma

Kementan Kucurkan Rp228 Juta untuk Dukung Sawit Rakyat di Seluma

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, mengatakan kepastian dukungan tersebut telah dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) yang ditandatangani antara Pemkab Seluma dan Kementan.

22 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *