
sawitsetara.co - BATAM — Agrinas Palma Nusantara menegaskan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan industri sawit. Head Regional Sumatera Agrinas Palma Nusantara, Mayjen TNI (Purn.) Djoko Andoko, mengatakan komitmen tersebut menjadi dasar utama perusahaan dalam menjalankan seluruh aktivitas operasional.
“Sawit berkelanjutan bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang nilai yang dijaga, lingkungan yang dilindungi, serta masyarakat sekitar yang diberdayakan,” kata Djoko Andoko dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 Agrinas Palma Nusantara di Kantor Regional I, Riau, Sabtu (31/1/2026), dikutip Antara.

Agrinas Palma Nusantara resmi berdiri pada 16 Januari 2025 sebagai bagian dari amanah negara untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Dalam tahun pertamanya, perusahaan mengelola sekitar 1,7 juta hektare kebun sawit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Djoko, skala pengelolaan tersebut menuntut tata kelola yang ketat, mulai dari penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan standar operasional prosedur, hingga penerapan prinsip good corporate governance secara konsisten.
Secara operasional, wilayah kerja Agrinas dibagi ke dalam empat regional. Regional I—eks kebun Duta Palma—mengelola sekitar 84 ribu hektare kebun sawit di Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, dan Kampar, dengan sekitar 96 persen pekerja merupakan eks karyawan Duta Palma.

Namun demikian, Agrinas Palma Nusantara masih menghadapi tantangan dalam proses transisi aset. Aset eks Duta Palma yang kini dikelola perusahaan masih berstatus titipan Kejaksaan Agung dan belum berkekuatan hukum tetap. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya realisasi kewajiban perusahaan, termasuk pelaksanaan plasma 20 persen bagi masyarakat sekitar.
Untuk menjembatani persoalan tersebut, Agrinas menyiapkan Tim Harmonisasi Pengelolaan yang melibatkan Forkopimda dan perwakilan masyarakat. Langkah ini diharapkan membuka ruang dialog dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
Perwakilan pemerintah daerah, Dr. Fahdiansyah, menilai kehadiran Agrinas sebagai peluang baru bagi sektor sawit di Kuantan Singingi. Ia berharap pengelolaan kali ini lebih berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kuantan Singingi Juprizal menegaskan posisi Agrinas Palma Nusantara sebagai bagian dari masyarakat sekaligus aset negara.
“Agrinas Palma Nusantara sekarang adalah bagian dari keluarga besar masyarakat Kuansing dan juga aset negara yang harus dikelola untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Juprizal mengingatkan bahwa pada masa sebelumnya program plasma tidak berjalan dan meninggalkan persoalan sosial. Karena itu, ia berharap pengelolaan di bawah Agrinas Palma Nusantara mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. DPRD, kata dia, siap menjadi jembatan aspirasi sekaligus mitra pengawasan agar manfaat industri sawit dapat dirasakan lebih merata.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *