KONSULTASI
Logo

Apkasindo Nagan Raya Dorong Stabilitas Harga TBS dan Pengelolaan Sawit Berkelanjutan

28 Januari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Apkasindo Nagan Raya Dorong Stabilitas Harga TBS dan Pengelolaan Sawit Berkelanjutan

sawitsetara.co - NAGAN RAYA - Kabupaten Nagan Raya tercatat sebagai daerah dengan luas kebun kelapa sawit terbesar di Provinsi Aceh. Saat ini, total luas kebun sawit di wilayah tersebut mencapai sekitar 124.000 hektare yang tersebar di 10 kecamatan. Luasan ini menjadikan Nagan Raya berada di peringkat pertama, disusul Aceh Tamiang di posisi kedua dan Kota Subulussalam di peringkat ketiga.

Dari total luasan tersebut, sekitar 59.900 hektare merupakan kebun milik perusahaan dan BUMN yang dikelola oleh 27 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU). Sementara itu, kebun sawit milik masyarakat mencapai 54.000 hektare dengan luasan yang bervariasi.

Di Kabupaten Nagan Raya sendiri saat ini terdapat 11 unit Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS), di mana 8 PMKS di antaranya menampung hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit masyarakat.

Sebagai organisasi profesi petani sawit yang sah, DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Nagan Raya terus berperan aktif dalam memperjuangkan kesejahteraan petani sawit. Apkasindo Nagan Raya berada di bawah pembinaan Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, serta berasosiasi dengan GAPPERINDO dan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).

Sawit Setara Default Ad Banner

Ketua DPD Apkasindo Nagan Raya, Salman Ilyas, SE, menegaskan bahwa pihaknya secara konsisten mengawal stabilitas harga TBS agar sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, Apkasindo juga aktif melakukan pengawasan terhadap PKS dan tidak segan menyampaikan protes apabila ditemukan pabrik yang merugikan petani.

Dalam kesempatan ini, DPD Apkasindo Nagan Raya mengapresiasi langkah tegas Bupati Nagan Raya, TR. Keumangan, S.H., M.H., yang pada 26 Januari 2026 memanggil seluruh pimpinan PMKS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya positif dalam memastikan PMKS mematuhi penetapan harga pembelian TBS yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

“Kami sangat mendukung langkah Bupati Nagan Raya tersebut dan berharap himbauan ini disertai dengan kontrol serta pengawasan yang berkelanjutan, sehingga petani sawit tidak dirugikan,” ujar Salman.

Selain fokus pada harga, Apkasindo Nagan Raya juga mendukung penuh program pemerintah di sektor kelapa sawit, khususnya yang bertujuan meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani. Program tersebut meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sertifikasi ISPO, pengembangan SDM dan beasiswa, serta percepatan program biodiesel dan riset sawit yang dikelola melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Sawit Setara Default Ad Banner

Apkasindo juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kelestarian lahan sawit guna mencegah bencana seperti banjir dan longsor. Upaya mitigasi dilakukan melalui penerapan praktik sawit berkelanjutan, seperti konservasi tanah dan air, penanaman vegetasi penutup, pemeliharaan sempadan sungai, serta menghindari pembukaan lahan di area lereng curam.

“Kelapa sawit harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan,” tutup Salman.

Tags:

APKASINDOAPKASINDO Aceh

Berita Sebelumnya
Seri I Perkelapasawitan Indonesia: Asal-Usul, Perkembangan, dan Dampaknya terhadap Perubahan Tata Ruang Wilayah

Seri I Perkelapasawitan Indonesia: Asal-Usul, Perkembangan, dan Dampaknya terhadap Perubahan Tata Ruang Wilayah

Kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditas paling menentukan dalam perjalanan ekonomi Indonesia kontemporer. Ia hadir bukan hanya sebagai sumber devisa dan penggerak ekspor, tetapi juga sebagai kekuatan yang membentuk ulang struktur agraria, tata ruang wilayah, hubungan sosial pedesaan, dan arah pembangunan nasional.

| Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *