
sawitsetara.co - JAKARTA – Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian meresmikan meluncurkan aplikasi informasi harga Tandan Buah Segar (TBS) dan crude palm oil (CPO), hargasawitindonesia.id, yang dikembangkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Sabtu (1/8/2026), di Hotel 101 Urban Thamrin, Jakarta.
Platform digital tersebut diharapkan menjadi pusat informasi harga sawit yang transparan sekaligus memperkuat tata kelola pemasaran komoditas strategis nasional.
"Dengan mengucap syukur, laman informasi harga TBS dan CPO hargasawitindonesia.id resmi diluncurkan," kata Ketua Kelompok Pemasaran Hasil Ditjenbun, Elvyrisma Nainggolan, STP., MP., mewakili Direktur Jenderal Perkebunan Dr. Iim Mucharam, M.P.
Elvyrisma mengatakan peluncuran aplikasi ini sejalan dengan transformasi digital di sektor perkebunan. Menurutnya, Ditjenbun selama ini telah memiliki data harga TBS dan CPO, namun masih dikelola secara manual sehingga kehadiran platform tersebut akan mempermudah akses informasi bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Informasi itu sebenarnya sudah kami miliki, tetapi masih manual. Dengan aplikasi ini, kami berharap pengelolaan dan penyebaran informasi harga menjadi lebih mudah," ujarnya.
Ia menjelaskan, Ditjenbun menghimpun data harga TBS dari pola kemitraan plasma maupun kemitraan swadaya. Ke depan, data tersebut dapat dikolaborasikan dengan informasi yang dihimpun melalui hargasawitindonesia.id sehingga menghasilkan gambaran harga yang lebih komprehensif.
Elvyrisma juga mengapresiasi APKASINDO yang berhasil membangun sistem pengumpulan data harga TBS petani swadaya dari berbagai daerah. Menurutnya, semakin banyak organisasi petani yang terlibat, semakin representatif pula data yang tersedia.
Sementara itu, Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO., mengatakan peluncuran aplikasi tersebut menjadi tonggak penting bagi petani sawit Indonesia dalam mewujudkan transparansi harga berbasis data.
"Hari ini adalah hari yang cukup bersejarah untuk petani kelapa sawit. Pada 1 Agustus, petani sawit bisa bangkit melalui aplikasi hargasawitindonesia.id," kata Dr. Gulat dalam sambutannya.
Dr. Gulat menjelaskan, aplikasi ini tidak hanya menampilkan harga TBS harian, tetapi juga harga CPO domestik dan internasional, analisis pasar, serta rangkuman informasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Data harga TBS dihimpun setiap hari dari 164 kabupaten dan kota sentra sawit melalui jaringan enumerator, kemudian diverifikasi sebelum dipublikasikan.
"Kami ingin semua pihak berbicara berdasarkan data. Jangan ada lagi dusta di antara para pemangku kepentingan sawit," ujarnya.
Menurut Dr. Gulat, keterbukaan informasi harga diharapkan dapat memperkuat posisi tawar petani, terutama ketika terjadi kesenjangan antara harga CPO di pasar internasional dan harga yang diterima petani di dalam negeri.
"Kalau harga CPO di Rotterdam sudah sekitar Rp28 ribu per kilogram, sementara di Indonesia masih sekitar Rp15 ribu, tentu ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab bersama. Data inilah yang ingin kami buka," katanya.
Di sisi lain, Elvyrisma mengingatkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang menjadi sumber penghidupan lebih dari 16 juta keluarga pekebun serta penyumbang devisa negara melalui ekspor minyak sawit dan produk turunannya.
Menurutnya, tantangan tata niaga sawit tidak hanya berada di tingkat PKS, tetapi juga pada rantai perdagangan melalui pedagang pengumpul (middleman). Karena itu, keterbukaan informasi harga diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar petani.
"Pemerintah terus memperkuat tata kelola pemasaran sawit melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024. Kehadiran aplikasi ini menjadi pelengkap untuk memperkuat transparansi di lapangan," ujarnya.
Elvyrisma berharap hargasawitindonesia.id tidak hanya menjadi media penyebaran informasi harga mingguan, tetapi berkembang menjadi pusat informasi sawit nasional yang menyajikan data harga TBS dan CPO secara real time, riwayat pergerakan harga, serta analisis pasar.
"Ke depan kami berharap aplikasi ini dapat terintegrasi dengan data KPBN dan ICDX sehingga informasi harga dapat diperbarui secara real time. Dengan begitu, pemerintah, pelaku usaha, dan petani dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang cepat dan akurat," katanya.
Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri Analis Divisi UKMK BPDP Anwar Sadat yang mewakili Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman, tenaga ahli Dashboard hargasawitindonesia.id, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perwakilan GPPI, Asian Agri, Sawit Pro, GAPKI, SPKS, SAMADE, ASPEKPIR, POPSI, Dewan Pakar DPP APKASINDO, ITSI, DMSI, dan insan media.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *