KONSULTASI
Logo

Bengkulu Petakan 6.064 Hektare Lahan untuk Ekstensifikasi Sawit, Dukung Program B50

24 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Bengkulu Petakan 6.064 Hektare Lahan untuk Ekstensifikasi Sawit, Dukung Program B50

sawitsetara.co - Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mematangkan program ekstensifikasi kelapa sawit sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan energi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memetakan potensi lahan seluas 6.064,16 hektare di Kabupaten Rejang Lebong.

Pemetaan tersebut menjadi bagian dari proses ground check teknis untuk memastikan kesesuaian lahan sebelum program ekstensifikasi kelapa sawit dilanjutkan.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan, pengembangan areal sawit tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan biodiesel B50.

“Sama-sama kita ketahui program prioritas pak presiden terkait dengan ketahanan energi, pengembangan B50. Provinsi Bengkulu sudah mencapai 1,5 juta ton CPO per tahun,” kata Mian dalam Rapat Koordinasi Ground Check Teknis Program Ekstensifikasi Kelapa Sawit di Bengkulu, Rabu.

Menurut Mian, Pemprov Bengkulu serius mengambil bagian dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pengembangan ekstensifikasi kelapa sawit dinilai menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, seiring dengan kapasitas produksi CPO Bengkulu yang telah mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun.

Selain mendorong perluasan areal, Bengkulu juga mencatat progres dalam program peremajaan atau replanting kelapa sawit yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat.

apkasindo

“Bengkulu ini juga sukses dalam menjalankan program pusat replanting. Progresnya nomor dua terbaik di Indonesia,” ujar Mian.

Dalam pemaparan PTPN IV, potensi lahan seluas 6.064,16 hektare tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong.

Rinciannya meliputi Kota Padang seluas 3.229,58 hektare, Sindang Beliti Ulu 993,89 hektare, Sindang Beliti Ilir 910,07 hektare, serta wilayah Binduriang dan Sindang Kelingi seluas 930,62 hektare.

Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin menjelaskan, potensi lahan tersebut sebelumnya telah melalui proses pemetaan dan koordinasi dengan pihak terkait di Kabupaten Rejang Lebong.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sekaligus status lahan yang akan menjadi bagian dari rencana ekstensifikasi kelapa sawit.

“Kami sebelumnya mendapatkan potensi ekstensifikasi kelapa sawit sebesar 6.064,16 hektare di Bengkulu yang merupakan areal HPL. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kakanwil Rejang Lebong dan memetakan mana kawasan hutan lindung serta kawasan pertambangan,” kata Irwan.

apkasindo

Ia menegaskan, pemetaan kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam proses ground check teknis. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan lahan yang masuk dalam potensi ekstensifikasi benar-benar sesuai sebelum program pengembangan kelapa sawit dilanjutkan.

Dengan demikian, proses ekstensifikasi tidak hanya diarahkan untuk menambah potensi produksi kelapa sawit Bengkulu, tetapi juga ditempuh melalui pemetaan dan verifikasi kondisi serta status lahan di lapangan.


Berita Sebelumnya
Digitalisasi Sawit Masuk Babak Baru, AI hingga Drone Jadi Kunci Traceability dan Produktivitas

Digitalisasi Sawit Masuk Babak Baru, AI hingga Drone Jadi Kunci Traceability dan Produktivitas

Salah satu perhatian dalam forum tersebut adalah bagaimana teknologi digital dapat memberikan dampak langsung terhadap sektor produktif, termasuk industri sawit yang memiliki rantai pasok luas dan tersebar secara geografis.

23 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *