
sawitsetara.co - PEKANBARU - Ketua GAPKI Cabang Riau, Lichwan Hartono, menegaskan pentingnya penguatan peran Humas, Community Development (CD), dan Legal dalam menghadapi tantangan industri sawit yang kian kompleks dan dinamis. Hal itu disampaikannya dalam kata sambutan pada kegiatan Peningkatan Kompetensi Humas/Community Development/Legal dalam Sinergi dengan Media, Motivasi Kerja, dan Public Speaking yang digelar di The Zuri Hotel, Pekanbaru, Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutannya, Lichwan menyampaikan bahwa industri sawit saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi isu sosial, lingkungan, legalitas lahan, hingga persepsi publik.
“Sama-sama kita ketahui, industri sawit sedang tidak baik-baik saja. Namun ada satu kutipan dari Bung Karno yang sangat tepat untuk masa saat ini, ‘Pejuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri’,” ujarnya.
Menurutnya, industri sawit bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi juga penggerak jutaan tenaga kerja, penopang perekonomian daerah, serta tulang punggung ekspor nasional. Namun di sisi lain, industri ini berada di ruang publik yang sangat terbuka dan dinamis.
“Issue sosial, lingkungan, legalitas lahan hingga persepsi publik menjadi tantangan yang harus kita hadapi dengan profesional, terukur, dan komunikatif,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa peran Humas, CD, dan Legal sangat strategis dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya harus bersinergi dalam satu irama untuk membangun narasi yang kuat, berbasis fakta, dan berpijak pada kepatuhan hukum.
“Humas adalah wajah perusahaan. Community Development adalah jembatan kepercayaan masyarakat. Legal adalah fondasi kepastian dan perlindungan hukum. Ketiganya harus berjalan dalam satu irama, bukan bekerja sendiri-sendiri,” kata Lichwan.
Di era keterbukaan informasi dan media sosial seperti saat ini, kemampuan komunikasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Ia mengingatkan bahwa satu pernyataan dapat menjadi solusi, namun satu kalimat yang keliru bisa memicu krisis.
“Pelatihan ini bukan hanya soal teknik berbicara di depan publik. Ini tentang membangun kredibilitas, menyampaikan kebenaran dengan percaya diri, dan menjaga reputasi industri secara kolektif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lichwan berharap para peserta dapat meningkatkan kemampuan membangun hubungan strategis dengan media, memperkuat komunikasi sosial dengan masyarakat sekitar, memahami aspek hukum dalam setiap pernyataan publik, serta menumbuhkan motivasi kerja dan rasa bangga sebagai bagian dari industri sawit nasional.
Ia juga menegaskan komitmen GAPKI Cabang Riau untuk terus mendorong penguatan kapasitas anggotanya.
“Kami percaya, kekuatan industri bukan hanya pada produksi, tetapi juga pada integritas dan komunikasi yang baik. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat sinergi, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Lichwan juga mengusulkan pembentukan grup komunikasi khusus bagi bidang Humas di lingkungan anggota GAPKI Riau, sebagai wadah berbagi informasi dan respons cepat terhadap isu-isu sosial yang berkembang.
Di akhir sambutannya, ia secara resmi membuka kegiatan peningkatan kompetensi tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian acara dengan semangat kebersamaan.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Peningkatan Kompetensi Humas, Community Development, dan Legal dalam Sinergi dengan Media, Motivasi Kerja, dan Public Speaking secara resmi saya nyatakan dibuka. GAPKI Jaya, Jaya, Jaya,” pungkasnya.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *