KONSULTASI
Logo

Gen Z Sawit Jadi Harapan Baru Regenerasi Petani dan Masa Depan Industri Sawit Indonesia

15 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Gen Z Sawit Jadi Harapan Baru Regenerasi Petani dan Masa Depan Industri Sawit Indonesia

sawitsetara.co - JAKARTA — Keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia tidak hanya bergantung pada luas perkebunan dan produktivitas tanaman. Regenerasi sumber daya manusia menjadi tantangan penting, terutama dalam menyiapkan generasi Z (Gen Z) sebagai penerus petani sawit di berbagai sentra perkebunan Indonesia.

Pengamat Sawit DPP APKASINDO Dermawan Harry Oetomo menilai Gen Z memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan perkebunan sawit. Generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital itu dinilai memiliki peluang besar untuk membawa perubahan dalam pengelolaan perkebunan, khususnya melalui inovasi dan transformasi teknologi.

Menurut Dermawan, regenerasi petani sawit harus dipersiapkan sejak sekarang. Gen Z di kawasan pedesaan sawit perlu diberikan akses terhadap pengetahuan, keterampilan dan pengembangan kompetensi agar tidak sekadar menjadi penerus kepemilikan kebun, tetapi mampu menjadi petani profesional.

“Sudah saatnya generasi penerus milenial sawit sebagai pilar utama untuk menghadapi tantangan dan tuntutan menuju pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di sentra sawit pedesaan Indonesia,” kata Dermawan kepada sawitsetara.co, Sabtu (15/8/2026).

DPP

Ia menilai kehadiran Gen Z menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan industri sawit nasional terhadap sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Generasi muda diharapkan dapat mengambil peran mulai dari sektor hulu, pengelolaan kebun, hingga pengembangan produk dan industri hilir.

Salah satu aspek yang ditekankan adalah pembentukan Petani Sawit Cerdas. Menurut Dermawan, program peningkatan kapasitas tersebut perlu dilakukan secara merata tanpa membeda-bedakan latar belakang generasi muda di sentra perkebunan.

“SDM untuk mencetak kehadiran Petani Sawit Cerdas di pedesaan tanpa tebang-pilih sehingga tercipta adanya kaderisasi milenial yang berkualitas,” ujarnya.

Dalam konteks Gen Z, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi salah satu modal penting. Digitalisasi, penggunaan teknologi budidaya, pengelolaan data kebun, mekanisasi hingga pemanfaatan inovasi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi perkebunan.

Dermawan juga melihat Gen Z memiliki peluang besar untuk mendorong penguatan sektor hulu dan hilir sawit. Karena itu, regenerasi tidak cukup hanya dengan mewariskan kebun dari orang tua kepada anak, tetapi harus diikuti dengan transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi.

“Anak-anak muda yang bermodalkan kemampuan pengetahuan, keterampilan, perilaku dan kepiawaian sesuai perkembangan inovasi dan transformasi teknologi,” katanya.

DPP

Menurut dia, keterlibatan Gen Z juga memiliki kaitan dengan keberlanjutan pasokan bahan baku bagi pabrik kelapa sawit (PKS) di berbagai daerah. Petani muda yang memiliki kompetensi diharapkan mampu menjaga produktivitas kebun sekaligus mendukung kebutuhan industri sawit nasional.

Hal tersebut semakin relevan dengan agenda pengembangan energi berbasis sawit, termasuk program B50 yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional. Keberhasilan program tersebut membutuhkan ekosistem sawit yang kuat, termasuk keberlanjutan produksi dari perkebunan rakyat.

Karena itu, Gen Z tidak semestinya dipandang hanya sebagai penerus generasi petani, tetapi sebagai aktor baru yang dapat membawa perkebunan sawit memasuki era yang lebih modern. Kreativitas, penguasaan teknologi dan keberanian melakukan inovasi menjadi modal yang dapat memperkuat daya saing petani sawit.

Dermawan pun mengajak generasi muda di sentra perkebunan sawit untuk tidak meninggalkan sektor pertanian. Sebaliknya, Gen Z diharapkan menjadikan perkebunan sawit sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan, kewirausahaan, inovasi dan teknologi.

“Ayolah maju terus pantang mundur para generasi penerus milenial sawit sebagai pejuang terdepan,” ujarnya.

Ia menegaskan, regenerasi petani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan sawit Indonesia. Jika Gen Z mampu dipersiapkan dengan kompetensi yang memadai, keberadaan mereka dapat menjadi kekuatan baru dalam menjaga keberlanjutan perkebunan rakyat sekaligus mendorong perkembangan industri sawit dari hulu hingga hilir.

“Jelaslah sudah peranan generasi penerus milenial sawit sebagai pilar pejuang yang tidak dapat dipisahkan begitu mudahnya,” kata Dermawan.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Sulawesi Tengah Agustus 2026 Naik, Tertinggi Rp3.416 per Kg

Harga TBS Sawit Sulawesi Tengah Agustus 2026 Naik, Tertinggi Rp3.416 per Kg

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pekebun mitra plasma di Provinsi Sulawesi Tengah ditetapkan naik untuk periode 1–31 Agustus 2026.

14 Agustus 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *