KONSULTASI
Logo

Harga CPO Indonesia Naik, KPBN Capai Rp16.025 per Kg pada Awal September

7 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Indonesia Naik, KPBN Capai Rp16.025 per Kg pada Awal September
HOT NEWS

sawitsetara.co - Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia menunjukkan penguatan pada periode 31 Agustus–6 September 2026. Berdasarkan data Dashboard HargaSawitIndonesia.id milik DPP APKASINDO, harga CPO Indonesia melalui tender KPBN tercatat Rp16.025 per kilogram, naik 1,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, harga CPO Indonesia di Bursa ICDX berada di level Rp16.625 per kilogram, atau meningkat 0,5 persen. Penguatan harga domestik terjadi ketika harga CPO Malaysia dan Rotterdam justru mengalami koreksi.

Di pasar Malaysia, harga CPO tercatat Rp20.095 per kilogram, turun 1,2 persen. Sedangkan harga CPO di pasar Rotterdam berada pada Rp28.600 per kilogram, terkoreksi 0,5 persen.

Dengan posisi tersebut, terdapat disparitas harga yang cukup lebar antara pasar domestik dan internasional. Harga CPO Rotterdam tercatat Rp12.575 per kilogram lebih tinggi dibandingkan harga CPO Indonesia berdasarkan KPBN. Sementara harga CPO Malaysia berada Rp4.070 per kilogram di atas harga KPBN.

Dashboard HargaSawitIndonesia.id menjelaskan bahwa perbedaan harga CPO Indonesia dengan harga internasional dipengaruhi sejumlah komponen biaya, di antaranya bea keluar, pungutan ekspor, DMO, DPO, freight, sertifikasi, dan biaya finansial.

Harga TBS Petani Masih di Bawah Rp4.000 per Kg

Di sisi lain, harga yang diterima petani masih berada jauh di bawah harga CPO. Data yang sama mencatat harga TBS nasional yang diterima petani berada di level Rp3.582 per kilogram untuk petani plasma dan Rp3.046 per kilogram untuk petani swadaya.

apkasindo

Dalam perbandingan TBS petani dunia, harga Malaysia melalui acuan MPOB tercatat Rp3.967 per kilogram, sementara Indonesia berada pada Rp3.668 per kilogram untuk plasma dan Rp3.200 per kilogram untuk swadaya pada acuan bulanan yang ditampilkan dashboard.

Pergerakan harga CPO tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi petani karena perubahan harga CPO domestik dan global turut memengaruhi pembentukan harga TBS di tingkat petani.

Sebelumnya, pada periode 24–30 Agustus 2026, harga CPO Indonesia melalui KPBN masih berada di Rp15.800 per kilogram. Dengan demikian, level Rp16.025 per kilogram pada periode terbaru menunjukkan adanya pemulihan harga setelah mengalami koreksi pada pekan terakhir Agustus.

Platform HargaSawitIndonesia.id sendiri dikembangkan DPP APKASINDO sebagai sistem informasi yang menyajikan data harga TBS dan CPO domestik maupun internasional, termasuk KPBN, ICDX, Malaysia dan Rotterdam, dengan tujuan meningkatkan transparansi informasi harga bagi petani dan pelaku industri sawit.


Berita Sebelumnya
Lahan Terbatas, Nilai Tak Terbatas: Pakar  Ekonomi Dorong Transformasi Sawit Menuju Kedaulatan Petani

Lahan Terbatas, Nilai Tak Terbatas: Pakar Ekonomi Dorong Transformasi Sawit Menuju Kedaulatan Petani

Pakar ekonomi sekaligus Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Prof. Agus Pakpahan, menilai pengembangan industri kelapa sawit Indonesia perlu segera bergeser dari orientasi ekspansi lahan menuju peningkatan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani.

5 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *