KONSULTASI
Logo

Harga CPO Menguat Dua Pekan Berturut, Permintaan Global dan Optimisme Biodiesel Jadi Pendorong

16 Maret 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Menguat Dua Pekan Berturut, Permintaan Global dan Optimisme Biodiesel Jadi Pendorong

sawitsetara.co - Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) kembali menunjukkan tren positif pada perdagangan akhir pekan. Kenaikan harga ini menandai penguatan selama dua minggu berturut-turut yang didorong oleh meningkatnya harga minyak nabati pesaing serta naiknya permintaan dari pasar global.

Pada perdagangan Jumat (13/3/2026), kontrak acuan CPO untuk pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup menguat 0,51 persen ke level 4.564 ringgit Malaysia per ton. Secara mingguan, kontrak tersebut tercatat naik sekitar 4,56 persen, memperpanjang tren penguatan yang terjadi sejak pekan sebelumnya.

Kenaikan harga CPO turut dipengaruhi oleh pergerakan minyak nabati di pasar China. Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 1,27 persen, sementara kontrak minyak sawitnya meningkat 1,34 persen pada hari yang sama.

Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat melemah tipis sebesar 0,04 persen. Pergerakan harga ini mencerminkan persaingan ketat antar minyak nabati global, di mana harga minyak sawit kerap mengikuti dinamika harga minyak kedelai maupun minyak nabati lainnya dalam memperebutkan pangsa pasar internasional.

DPP

Selain faktor pasar komoditas, harga CPO juga dipengaruhi oleh perkembangan sektor energi. Mengutip laporan Reuters, program pengembangan biodiesel berbasis sawit di Indonesia terus berjalan. Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menyebutkan bahwa uji jalan campuran biodiesel 50 persen (B50) diperkirakan selesai sekitar Juni hingga Juli 2026, sesuai target yang sebelumnya ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dari sisi produksi, kinerja industri sawit nasional juga menunjukkan peningkatan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia melaporkan bahwa produksi CPO Indonesia pada 2025 mencapai 51,66 juta ton, naik sekitar 7,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, permintaan dari pasar utama juga mulai menguat. India tercatat meningkatkan impor minyak sawit sebesar 11 persen pada Februari, mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh diskon harga minyak sawit yang lebih kompetitif dibanding minyak nabati pesaing, sehingga mendorong penyuling di negara tersebut meningkatkan pembelian sekaligus menekan impor minyak bunga matahari.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia juga menaikkan harga referensi CPO untuk April yang berdampak pada kenaikan bea keluar menjadi 9,5 persen, sebagaimana tercantum dalam surat edaran Malaysian Palm Oil Board.

DPP

Dengan kombinasi meningkatnya permintaan global, dukungan kebijakan energi, serta pergerakan positif minyak nabati pesaing, pasar CPO diperkirakan masih memiliki peluang mempertahankan momentum penguatan dalam waktu dekat.


Berita Sebelumnya
Ditengah Ketegangan Geopolitik, Sawit Jadi Benteng Pangan dan Energi

Ditengah Ketegangan Geopolitik, Sawit Jadi Benteng Pangan dan Energi

Ketegangan geopolitik dunia, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat - Israel, dan Iran, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi dan energi global. Di tengah situasi tersebut, Indonesia memilih memperkuat fondasi domestik dengan mempercepat agenda swasembada pangan dan energi berbasis sumber daya nasional.

14 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *