KONSULTASI
Logo

Harga CPO Tembus Level Tertinggi 20 Bulan Terakhir, Ancaman El Nino dan B50 Jadi Sorotan

21 Agustus 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Tembus Level Tertinggi 20 Bulan Terakhir, Ancaman El Nino dan B50 Jadi Sorotan

sawitsetara.co - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menunjukkan penguatan signifikan. Harga CPO berjangka Malaysia kontrak November 2026 naik sekitar 0,7 persen menjadi 4.927 ringgit Malaysia per ton pada Kamis (20/8/2026), sekaligus mencapai level tertinggi dalam 20 bulan terakhir.

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut kenaikan harga CPO dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan serta potensi penguatan permintaan minyak nabati global.

“Men mencapai level tertinggi dalam 20 bulan,” tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset tertulisnya.

Dari sisi pasokan, perhatian pasar tertuju pada potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memicu kondisi cuaca ekstrem dan mengganggu produktivitas perkebunan sawit. Kondisi tersebut berpotensi semakin mengetatkan pasokan CPO global.

Di saat yang sama, penerapan mandatori biodiesel B50 di Indonesia juga diperkirakan memberikan tekanan terhadap ketersediaan CPO untuk pasar ekspor. Semakin besar penyerapan CPO untuk kebutuhan biodiesel domestik, semakin kecil volume yang tersedia untuk perdagangan internasional.

Tekanan pasokan juga datang dari pasar minyak nabati lainnya. Gangguan ekspor minyak bunga matahari akibat konflik Rusia-Ukraina berpotensi mengalihkan sebagian permintaan ke minyak sawit. Kondisi ini menjadi sentimen tambahan yang mendorong harga CPO.

DPP

BRI Danareksa Sekuritas menilai level 4.927 ringgit Malaysia per ton sebagai titik breakout yang penting. Meski demikian, penguatan ringgit Malaysia dan harga kedelai yang relatif kompetitif dinilai masih dapat membatasi ruang kenaikan harga CPO.

Kenaikan harga CPO tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten perkebunan sawit, terutama perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap penjualan CPO. Namun, besarnya manfaat tetap bergantung pada produksi, volume penjualan serta struktur biaya operasional masing-masing perusahaan.

El Nino Godzilla Bisa Jadi Pemicu Lonjakan Berikutnya

Potensi kenaikan harga CPO bahkan diperkirakan belum berhenti. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahnaf Yassar menilai ancaman El Nino “Godzilla” dapat menjadi faktor yang mendorong lonjakan harga CPO secara signifikan ke depan.

“Menjelang El Niño Godzilla yang akan datang, kami memperkirakan kenaikan harga CPO yang signifikan akan terjadi ke depan,” kata Ahnaf dalam risetnya, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, kenaikan harga CPO sebesar 10 persen berpotensi memberikan dampak besar terhadap profitabilitas emiten perkebunan. Rata-rata laba bersih emiten perkebunan pada 2027 diperkirakan dapat meningkat hingga 37 persen.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) disebut sebagai salah satu perusahaan yang berpotensi memperoleh manfaat terbesar apabila skenario kenaikan harga CPO tersebut terealisasi.

Produksi 2026 Berpotensi Tertekan

Di tengah prospek harga yang semakin positif, industri sawit justru menghadapi ancaman dari sisi produksi. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengingatkan adanya risiko kombinasi kemarau ekstrem dan kenaikan harga pupuk sebesar 30 hingga 50 persen akibat konflik Iran.

Tekanan tersebut berpotensi memangkas produksi CPO Indonesia pada 2026 sekitar 1 hingga 2 juta ton dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 51,7 juta ton.

DPP

Jika produksi turun sementara permintaan tetap kuat, pasar CPO berpotensi menghadapi kondisi pasokan yang semakin ketat. Situasi tersebut dapat menjadi bahan bakar tambahan bagi kenaikan harga CPO.

Selain faktor cuaca dan biaya produksi, GAPKI juga menyoroti implementasi kebijakan biodiesel B50 serta rencana penyaluran ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang dapat memengaruhi dinamika produksi, penyerapan, dan ekspor CPO nasional.

Dengan kombinasi ancaman pasokan, potensi El Nino ekstrem, gangguan minyak nabati global, serta meningkatnya penyerapan domestik melalui B50, pasar sawit kini menghadapi situasi yang menarik: harga CPO menguat ketika pasokan justru berpotensi semakin terbatas.

Jika tekanan produksi benar-benar terjadi, ruang kenaikan harga CPO pada paruh kedua 2026 hingga 2027 berpotensi semakin terbuka.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
Harga TBS Riau Periode 19–25 Agustus 2026 Kembali Turun

Harga TBS Riau Periode 19–25 Agustus 2026 Kembali Turun

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau untuk periode Rabu–Selasa, 19–25 Agustus 2026, mengalami penurunan.

20 Agustus 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *