
sawitsetara.co – Ismael, SH resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Mukomuko periode 2026-2031. Melalui kepengurusan baru ini, konsolidasi petani, perjuangan harga tandan buah segar (TBS) yang berkeadilan, serta percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi agenda penting organisasi lima tahun ke depan.
Ismael terpilih melalui musyawarah mufakat dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) DPD APKASINDO Kabupaten Mukomuko yang digelar pada Jumat (16/10/2026) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
MUSDA tersebut dihadiri perwakilan petani sawit dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mukomuko dan dibuka secara resmi oleh Ketua DPW APKASINDO Provinsi Bengkulu, A. Jakfar, S.M.
Dalam sambutannya, A. Jakfar menekankan pentingnya menjaga soliditas petani sawit agar APKASINDO tetap menjadi wadah perjuangan yang berpihak pada kepentingan petani, terutama dalam memperjuangkan harga TBS yang adil dan mendukung pelaksanaan program PSR.
“APKASINDO harus kembali menjadi rumah besar perjuangan petani sawit di Mukomuko. Bukan alat kepentingan lain. Kita kembalikan marwah APKASINDO sebagai wadah murni petani,” tegas A. Jakfar.
Pesan serupa disampaikan Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO., melalui sambutan virtual. Ia mengapresiasi kekompakan petani sawit Mukomuko dalam menyelenggarakan MUSDA dan mengingatkan agar kepengurusan yang terpilih menjalankan amanah organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Gulat juga berpesan agar pengurus baru bekerja sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi serta sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden.
Usai terpilih, Ismael menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para perwakilan petani. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru APKASINDO Mukomuko harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini amanah berat. Saya bersama seluruh pengurus yang akan terbentuk akan berjuang keras untuk petani sawit Mukomuko. Kita akan segera konsolidasi ke 15 kecamatan, kita data keluhan petani soal pupuk, soal jalan kebun, dan soal harga,” ujar Ismael.
Rencana konsolidasi ke 15 kecamatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi sekaligus menghimpun persoalan petani secara langsung. Dengan pendataan keluhan di tingkat kecamatan, APKASINDO diharapkan dapat menyusun agenda perjuangan yang lebih terarah, mulai dari persoalan sarana produksi, akses jalan perkebunan, hingga harga jual TBS.
Bagi petani sawit, persoalan tersebut berkaitan erat dengan keberlangsungan usaha perkebunan dan pendapatan keluarga. Karena itu, penguatan organisasi menjadi salah satu modal penting untuk memperjuangkan kepentingan petani secara kolektif.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman. Meski berhalangan hadir karena agenda lain, ia menyampaikan ucapan selamat melalui sambungan telepon sekaligus menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan APKASINDO.
“Selamat atas terbentuknya kepengurusan baru APKASINDO Mukomuko di bawah pimpinan Pak Ismael. Kami dari Dinas Pertanian menyambut baik. Mohon maaf tidak bisa hadir langsung di Sumber Sari karena ada agenda lain. Kami siap bersinergi untuk kemajuan petani sawit Mukomuko,” ujar Hari Mustaman.
Sinergi antara organisasi petani dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat upaya penyelesaian persoalan perkebunan sawit rakyat, termasuk dukungan terhadap program PSR dan peningkatan kesejahteraan petani.
MUSDA DPD APKASINDO Kabupaten Mukomuko periode 2026-2031 berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama para perwakilan petani.
Setelah terpilihnya Ismael, kepengurusan baru selanjutnya menunggu jadwal pengukuhan resmi dari DPW APKASINDO Provinsi Bengkulu dan DPP APKASINDO. Pengukuhan tersebut akan menjadi tahapan berikutnya bagi pengurus untuk menjalankan program kerja dan memperkuat perjuangan petani sawit di Kabupaten Mukomuko.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *