KONSULTASI
Logo

Jelang EUDR Berlaku, HLIB Nilai Perusahaan Sawit Malaysia Sudah Siap

25 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Jelang EUDR Berlaku, HLIB Nilai Perusahaan Sawit Malaysia Sudah Siap

sawitsetara.co – KUALA LUMPUR — Pelaku industri sawit Malaysia mendapat kepastian lebih besar menjelang penerapan penuh European Union Deforestation Regulation (EUDR) pada akhir Desember 2026. Hong Leong Investment Bank Bhd (HLIB) menilai penyempurnaan kerangka aturan tersebut tidak akan menimbulkan lonjakan berarti pada biaya kepatuhan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Penilaian itu muncul setelah Komisi Eropa mengadopsi dua instrumen untuk mendukung penerapan EUDR, yakni Delegated Act dan Implementing Act. Keduanya mengatur aspek berbeda dalam pelaksanaan regulasi antideforestasi Uni Eropa tersebut.

HLIB menyebut Delegated Act memperbarui sekaligus menyederhanakan daftar produk yang masuk cakupan EUDR. Instrumen ini juga memperluas cakupan dengan memasukkan sejumlah produk hilir berbasis sawit tambahan. Namun, HLIB memperkirakan tambahan biaya kepatuhannya tetap minimal.

Sementara itu, Implementing Act lebih banyak mengatur aspek teknis Sistem Informasi EUDR. Aturan tersebut mencakup mekanisme penyampaian Due Diligence Statement (DDS), deklarasi sederhana, hingga prosedur yang digunakan apabila sistem mengalami gangguan.

“Implementing Act terutama memperjelas prosedur pengajuan DDS melalui Sistem Informasi Uni Eropa,” kata HLIB dalam catatan risetnya, dikutip Jumat (25/9/2026).

apkasindo

Menurut HLIB, dampak Implementing Act terhadap perusahaan perkebunan sawit jauh lebih kecil dibandingkan perluasan cakupan produk. Sebagian besar perusahaan perkebunan terintegrasi dinilai telah mengalokasikan investasi untuk sistem ketertelusuran, pemetaan Geographic Information System (GIS), dan proses due diligence selama dua tahun terakhir.

“Kami tidak memperkirakan Implementing Act akan menyebabkan kenaikan material pada biaya kepatuhan, karena sebagian besar perusahaan perkebunan terintegrasi telah berinvestasi dalam sistem ketertelusuran, pemetaan GIS, dan proses uji tuntas selama dua tahun terakhir,” ujar HLIB.

HLIB menilai penyempurnaan tersebut justru memberikan kepastian dalam penerapan EUDR. Perusahaan dapat menyelesaikan rencana kepatuhan sebelum regulasi mulai diberlakukan.

Komisi Eropa sebelumnya menyatakan EUDR akan mulai berlaku bagi perusahaan besar dan menengah pada 30 Desember 2026. Untuk sebagian besar perusahaan mikro dan kecil, penerapannya dimulai 30 Juni 2027. Adapun produk baru yang ditambahkan ke cakupan, termasuk sejumlah turunan minyak sawit, baru akan terkena aturan mulai 30 Desember 2027.

Bagi industri sawit Malaysia, HLIB melihat posisi perusahaan yang telah memiliki pasar Uni Eropa relatif siap menghadapi perubahan tersebut. Sistem ketertelusuran dan due diligence yang telah dibangun menjadi modal utama untuk memenuhi persyaratan EUDR.

apkasindo

Dari sisi pasar, HLIB mempertahankan asumsi harga rata-rata minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar RM4.450 per ton untuk 2026 dan RM4.300 per ton untuk 2027.

HLIB juga mempertahankan pandangannya terhadap sektor perkebunan sawit. Bank investasi tersebut memperkirakan harga CPO tetap tinggi pada paruh kedua 2026, ditopang pasokan yang mengetat dan permintaan yang masih bertahan.

“Kami tetap menyukai perusahaan perkebunan dengan operasi yang dominan di sektor hulu dan memiliki eksposur lebih besar, karena memiliki leverage pendapatan yang lebih tinggi terhadap penguatan harga CPO serta paparan yang lebih rendah terhadap risiko regulasi dan kebijakan luar negeri,” kata HLIB.

Dengan demikian, isu EUDR bagi perusahaan sawit kini bergeser dari ketidakpastian aturan menuju tahap implementasi. Bagi perusahaan yang telah membangun sistem ketertelusuran dan pemetaan kebun, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh sistem tersebut berjalan efektif ketika kewajiban EUDR mulai diterapkan.

Tags:

EUDR

Berita Sebelumnya
Harga TBS Plasma Kalimantan Selatan September 2026 Periode 2 Mengalami Kenaikan

Harga TBS Plasma Kalimantan Selatan September 2026 Periode 2 Mengalami Kenaikan

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma pada September 2026 periode 2 tercatat mengalami kenaikan dibandingkan harga pada periode sebelumnya. Berdasarkan daftar harga TBS yang tercantum dalam dokumen, kenaikan terjadi pada seluruh kelompok umur tanaman.

24 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *