KONSULTASI
Logo

TBS Jambi Diduga Banyak Dijual ke Luar Daerah, Pemprov Dorong Pembangunan PKS Mini

24 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
TBS Jambi Diduga Banyak Dijual ke Luar Daerah, Pemprov Dorong Pembangunan PKS Mini

sawitsetara.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tengah menelusuri dugaan adanya aliran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit asal Jambi yang dijual ke pabrik kelapa sawit (PKS) di luar provinsi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena penjualan TBS ke daerah tetangga dinilai berpotensi mengurangi aktivitas ekonomi dan nilai tambah yang seharusnya dapat tercipta di Jambi.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Jambi, Agus Pirngadi, mengatakan informasi tersebut terutama berkaitan dengan TBS dari wilayah perbatasan Jambi yang disebut-sebut dibawa ke pabrik pengolahan di daerah tetangga.

Menurut Agus, salah satu faktor yang diduga mendorong petani menjual TBS ke luar provinsi adalah perbedaan harga pembelian.

“Informasinya terkait persoalan harga, di pabrik kelapa sawit luar Jambi lebih kompetitif, menguntungkan bagi mereka untuk menjual di sana,” kata Agus di Jambi, Rabu.

Ia menjelaskan, arus TBS keluar daerah perlu menjadi perhatian karena komoditas tersebut tidak hanya menghasilkan pendapatan bagi petani, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi ketika diolah di dalam daerah.

DPP

Mulai dari kegiatan pengangkutan, pengolahan hingga rantai ekonomi yang terkait dengan industri sawit berpotensi memberikan nilai tambah bagi daerah tempat pabrik beroperasi.

Persoalan tersebut kini menjadi salah satu bahan kajian Pemprov Jambi, terutama di tengah penurunan dana bagi hasil (DBH) sawit yang diterima daerah dalam tiga tahun terakhir.

Agus menyebutkan, penerimaan DBH sawit Jambi turun dari sekitar Rp36 miliar pada tahun pertama, menjadi Rp12 miliar pada tahun kedua, dan sekitar Rp7 miliar pada tahun ketiga.

Untuk menjaga agar TBS petani tetap terserap di dalam daerah, Agus mendorong gabungan kelompok tani (gapoktan) membentuk organisasi yang dapat mengembangkan pabrik kelapa sawit (PKS) mini di sekitar sentra produksi.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan yang lebih dekat dengan sentra produksi dapat menjadi alternatif bagi petani sehingga tidak harus membawa TBS ke luar Provinsi Jambi.

“Kami sangat berharap gapoktan ini minimal bisa membentuk satu organisasi yang mereka dapat dimandatorikan untuk mendirikan pabrik kelapa sawit mini,” ujarnya.

DPP

Agus menilai PKS mini dapat membantu menciptakan pasar bagi TBS petani sekaligus menjaga agar proses pengolahan dan nilai tambah komoditas sawit tetap berlangsung di Jambi.

Meski demikian, Pemprov Jambi masih perlu melakukan penelitian dan verifikasi untuk memastikan kondisi arus TBS keluar daerah tersebut.

Agus menegaskan, informasi mengenai penjualan TBS asal Jambi ke pabrik di luar provinsi belum dapat disimpulkan secara menyeluruh sebelum dilakukan kajian lebih lanjut.

Pemprov Jambi akan menelusuri kondisi tersebut secara lebih akurat untuk mengetahui seberapa besar arus TBS yang keluar daerah sekaligus menentukan langkah yang dapat dilakukan pemerintah dalam menjaga pasar TBS petani dan meningkatkan nilai tambah sawit di Jambi.


Berita Sebelumnya
Digitalisasi Sawit Masuk Babak Baru, AI hingga Drone Jadi Kunci Traceability dan Produktivitas

Digitalisasi Sawit Masuk Babak Baru, AI hingga Drone Jadi Kunci Traceability dan Produktivitas

Salah satu perhatian dalam forum tersebut adalah bagaimana teknologi digital dapat memberikan dampak langsung terhadap sektor produktif, termasuk industri sawit yang memiliki rantai pasok luas dan tersebar secara geografis.

23 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *