
sawitsetara.co - KALIMANTAN SELATAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kian serius mendorong peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun 2026. Tahun ini, Kalsel mendapat target peremajaan seluas 1.600 hektare yang akan tersebar di lima kabupaten utama sentra sawit.
Lima daerah tersebut meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru—wilayah yang dinilai memiliki potensi besar namun membutuhkan peremajaan tanaman untuk meningkatkan hasil produksi.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menjelaskan bahwa penetapan lokasi tersebut didasarkan pada kondisi kebun sawit rakyat yang sudah tidak produktif dan perlu diperbaharui agar mampu menghasilkan sesuai standar industri.
“Peremajaan ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kebun petani, sehingga mampu bersaing dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Kalsel turut ambil bagian dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dana dukungan manajemen gelombang III yang digelar di Jakarta pada Jumat (27/03/2026). Kegiatan ini difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian krusial dalam memastikan kelancaran implementasi program PSR, khususnya dalam aspek penyaluran dana kepada para pekebun. Dengan adanya kerja sama tersebut, proses administrasi hingga koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan diharapkan semakin solid.
Tak hanya sekadar formalitas, penandatanganan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan program strategis nasional di sektor perkebunan. Program PSR sendiri selama ini terbukti menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas kebun rakyat yang sebelumnya stagnan akibat tanaman tua.
Melalui percepatan program ini, pemerintah optimistis penyaluran dana peremajaan dapat dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Dampaknya, petani tidak hanya memperoleh tanaman yang lebih produktif, tetapi juga berpeluang meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan secara signifikan.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pusat dan daerah, tahun 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan produktivitas sawit rakyat di Kalimantan Selatan.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *