
sawitsetara.co - TANGERANG — Koperasi Produsen Pekaitan Maju Sejahtera kembali mendapatkan bantuan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 3 Pihak Tahap III Tahun 2026 yang berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di Hotel Harris Serpong, Tangerang.
Ketua Koperasi Produsen Pekaitan Maju Sejahtera, Hadi Santoso, S.Pd.i, mengatakan bantuan PSR yang diterima koperasinya pada tahap ini mencapai seluas 229 hektare. Penandatanganan kerja sama dilakukan antara BPDP, bank mitra penyalur, dan koperasi sebagai penerima bantuan program.
Menurut Hadi, program tersebut menjadi kali ketiga koperasi yang dipimpinnya mendapatkan bantuan PSR. Sebelumnya, pada tahun 2022 koperasi menerima bantuan seluas 118 hektare, kemudian bertambah 185 hektare pada tahap berikutnya, dan tahun ini kembali memperoleh dukungan peremajaan kebun seluas 229 hektare.
“Alhamdulillah ini yang ketiga kalinya koperasi kami mendapatkan bantuan PSR. Tahun 2022 kami menerima 118 hektare, kemudian 185 hektare, dan sekarang 229 hektare,” ujar Hadi saat dihubungi sawitsetara.co, Kamis (7/5/2026).

Pihaknya mengungkapkan, semua proses penerimaan bantuan PSR tidak terlepas dari pendampingan dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). Ia menilai program PSR sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani sawit, terutama dalam meningkatkan kualitas kebun dan produktivitas tanaman melalui penggunaan bibit unggul bersertifikat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada APKASINDO yang telah mendampingi kami, juga kepada BPDP yang selama ini telah membantu petani sawit kami melalui dana bantuan PSR. Program ini sangat bermanfaat bagi petani karena kami mendapatkan bibit bersertifikat dan pembangunan fisik kebun yang lebih baik,” katanya.

Hadi menjelaskan, sebelum mengikuti program PSR, sebagian tanaman sawit milik anggota koperasi sudah memasuki usia tua dan produktivitasnya mulai menurun. Melalui program peremajaan, petani dapat melakukan penanaman kembali menggunakan bibit unggul yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan pembangunan kebun yang lebih baik dan penggunaan bibit berkualitas, kami berharap produktivitas petani meningkat. Bibit yang bagus tentu akan menghasilkan produksi yang lebih baik juga ke depannya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan program PSR juga memberikan kepastian bagi petani dalam memperoleh benih legal dan berkualitas. Hal tersebut dinilai penting agar hasil produksi petani dapat memenuhi standar industri perkebunan sawit berkelanjutan.
“Kami bersyukur karena melalui program ini petani bisa mendapatkan bibit bersertifikat. Harapan kami ke depan, hasil produksi petani bisa lebih baik dan harga yang diterima petani juga tetap mengikuti harga Dinas Perkebunan Provinsi Riau,” katanya.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *