KONSULTASI
Logo

Limbah Sawit Disulap Jadi Keripik Jamur Merang, Inovasi Mahasiswa ITSI di KMI Expo 2026

1 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Limbah Sawit Disulap Jadi Keripik Jamur Merang, Inovasi Mahasiswa ITSI di KMI Expo 2026

sawitsetara.co - MEDAN — Tandan kosong kelapa sawit tidak hanya berakhir sebagai pupuk. Mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan mengembangkan limbah tersebut menjadi media tanam jamur merang yang kemudian diolah menjadi keripik.

Inovasi itu diperkenalkan mahasiswa ITSI dalam KMI Expo 2026. Produk tersebut menarik perhatian pengunjung karena memadukan pemanfaatan limbah perkebunan dengan pengembangan produk pangan dan kewirausahaan mahasiswa.

Mahasiswa ITSI, Ikhan Bil Nadzari, mengatakan tandan kosong kelapa sawit selama ini telah banyak dimanfaatkan sebagai pupuk. Namun, pihaknya melihat masih ada peluang pemanfaatan lain melalui budidaya jamur.

“Jadi untuk memanfaatkan itu, kita jadikan sebagai media tanam jamur merang sawit,” ujar Ikhan.

Jamur yang tumbuh pada media tersebut selanjutnya diolah menjadi keripik. Produk itu menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan mahasiswa sekaligus upaya memperkenalkan potensi pemanfaatan hasil samping perkebunan sawit kepada masyarakat.

Ikhan mengatakan jamur merang sawit dipilih karena produk tersebut belum banyak dikenal. Menurut dia, unsur kebaruan menjadi salah satu alasan ITSI mengembangkan inovasi tersebut.

“Yang pertama, ini adalah hal yang baru ya,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat belum banyak mengetahui bahwa lingkungan perkebunan sawit juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk lain di luar minyak sawit.

apkasindo

Libatkan Masyarakat Sekitar Kebun

Pengembangan keripik jamur merang tersebut tidak berhenti pada tahap produksi. Mahasiswa ITSI melakukan sejumlah tahapan sebelum membawa produk itu ke KMI Expo 2026.

Tahapan tersebut mencakup produksi keripik, pengurusan legalitas, pembuatan kemasan, hingga pengembangan website sebagai bagian dari penguatan produk.

ITSI juga memasukkan konsep ekonomi sirkular dalam pengembangan inovasi tersebut. Masyarakat di sekitar kebun dilibatkan untuk mengambil dan memetik jamur yang kemudian diolah menjadi produk pangan.

Pendekatan tersebut membuat pemanfaatan tandan kosong sawit tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam rantai nilai produk.

Website yang dikembangkan mahasiswa juga tidak hanya digunakan sebagai sarana pemasaran. Platform tersebut dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai kelapa sawit kepada masyarakat.

Edukasi itu diarahkan kepada masyarakat yang belum mengetahui secara luas potensi pemanfaatan tanaman sawit dan produk samping yang dihasilkannya.

apkasindo

Belajar dari Inovasi Peserta KMI Expo

KMI Expo 2026 juga menjadi ruang bagi mahasiswa ITSI untuk mempelajari inovasi dari perguruan tinggi lain. Selama pameran, mereka mengamati berbagai aspek pengembangan produk, mulai dari ide, kemasan, penataan stan hingga strategi pemasaran.

Bagi Ikhan, beragam produk yang ditampilkan peserta memberikan referensi baru untuk pengembangan inovasi mahasiswa ITSI.

“Yang pertama dari ide. Maksudnya, ide mereka itu out of the box,” ungkap Ikhan.

Menurut dia, inovasi dari peserta lain dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan produk agar tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga memiliki daya tarik bagi masyarakat.

Ketertarikan terhadap inovasi jamur merang dari tandan kosong sawit juga datang dari pengunjung. Salah seorang pengunjung booth ITSI, Futi Khatur Rohmah, mengaku baru mengetahui bahwa tandan kosong sawit dapat digunakan sebagai media tanam jamur.

“Menarik sih, karena tidak menyangka tandan kosong sawit bisa dimanfaatkan untuk media tanam jamur,” ucap Futi.

Menurut Futi, pemanfaatan tersebut menarik karena jamur yang dihasilkan dari media tanam tandan kosong sawit masih dapat dikembangkan menjadi produk makanan, salah satunya keripik.

Inovasi mahasiswa ITSI itu menunjukkan salah satu bentuk diversifikasi pemanfaatan hasil samping industri kelapa sawit. Tandan kosong yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai pupuk dikembangkan menjadi media budidaya jamur, sebelum menghasilkan produk pangan bernilai ekonomi.

Melalui KMI Expo 2026, keripik jamur merang tersebut sekaligus menjadi sarana mahasiswa memperkenalkan gagasan ekonomi sirkular di sektor sawit kepada masyarakat.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Mitra Swadaya Papua Turun hingga Rp42,37 per Kilogram

Harga TBS Mitra Swadaya Papua Turun hingga Rp42,37 per Kilogram

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun Mitra Swadaya di Provinsi Papua mengalami penurunan pada seluruh komposisi varietas tanaman untuk periode II September 2026.

30 September 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *