KONSULTASI
Logo

Mesir Hormati Ekspor Satu Pintu Sawit Indonesia, Tekankan Stabilitas Pasokan

26 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Mesir Hormati Ekspor Satu Pintu Sawit Indonesia, Tekankan Stabilitas Pasokan

sawitsetara.co - JAKARTA – Pemerintah Mesir menyatakan menghormati kebijakan pemerintah Indonesia yang menerapkan sistem ekspor satu pintu minyak sawit melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Bagi Kairo, yang terpenting adalah kelancaran pasokan komoditas tersebut ke pasar Mesir tetap terjaga.

Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, mengatakan pemerintahnya mengikuti perkembangan kebijakan tersebut karena minyak sawit menjadi salah satu komoditas utama dalam hubungan dagang kedua negara. Nilai perdagangan sawit Indonesia ke Mesir mencapai sekitar US$1,2 miliar per tahun atau setara Rp21,48 triliun dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.

“Kami mengikuti dengan penuh perhatian perkembangan terbaru terkait Danantara Indonesia dan sistem ekspor satu pintu,” kata Elshemy dalam peringatan Hari Nasional Republik Arab Mesir ke-74 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Apj

Menurut Elshemy, Mesir memahami kebijakan itu merupakan bagian dari langkah pemerintah Indonesia untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam strategis. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi, menyederhanakan sistem penagihan, dan memperkuat penerimaan negara.

“Kami sepenuhnya menghormati dan mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan melayani kepentingan rakyat dan perekonomian Indonesia. Mesir menghormati dan mempercayai tujuan pemerintah Indonesia dalam mengelola kebijakan ekonomi nasionalnya,” ujarnya.

Sebagai salah satu negara pengimpor minyak sawit Indonesia, kata Elshemy, perhatian utama Mesir adalah memastikan arus perdagangan tetap stabil. Ia optimistis komunikasi yang terjalin antara pemerintah kedua negara dapat menjaga pasokan sawit maupun komoditas lain tetap berjalan tanpa hambatan.

“Dari sisi kami, yang paling penting adalah stabilitas arus perdagangan. Kami yakin melalui komunikasi yang erat dengan mitra Indonesia, kedua belah pihak dapat memastikan perdagangan minyak sawit dan komoditas lainnya tetap berjalan lancar dan saling menguntungkan,” katanya.

Apj

Elshemy juga menilai hubungan Indonesia dan Mesir memasuki fase baru sejak kedua negara meningkatkan status hubungan menjadi kemitraan strategis pada April 2025. Kerja sama itu mencakup perdagangan, investasi, pendidikan, pertukaran masyarakat, pertahanan, hingga kebudayaan.

Menurut dia, kedua negara kini juga membahas upaya memperluas kerja sama ekonomi, termasuk peluang pembentukan perdagangan bebas, baik melalui mekanisme bilateral maupun dalam kerangka perjanjian perdagangan bebas D-8.

Di sektor pendidikan, Mesir berharap hubungan dengan Indonesia semakin erat. Saat ini sekitar 20 ribu mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Mesir. Pemerintah Mesir juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa Indonesia untuk mengambil program studi kedokteran, teknik, kedokteran gigi, dan farmasi, tidak hanya pendidikan keagamaan di Universitas Al-Azhar.


Berita Sebelumnya
Pakar Koperasi Sebut Fragmentasi dan Ketergantungan Bank Bisa Rugikan Komunitas Sawit Rp47,76 Triliun per Tahun

Pakar Koperasi Sebut Fragmentasi dan Ketergantungan Bank Bisa Rugikan Komunitas Sawit Rp47,76 Triliun per Tahun

Struktur kelembagaan sawit rakyat yang terfragmentasi dan bergantung pada pembiayaan perbankan dinilai menjadi salah satu penyebab utama kebocoran ekonomi dalam rantai nilai sawit nasional. Simulasi yang dilakukan Rektor IKOPIN University Prof. Agus Pakpahan menunjukkan model tersebut dapat menyebabkan defisit komunitas hingga Rp47,76 triliun per tahun.

25 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *