KONSULTASI
Logo

Pasar Ekspor Sawit Indonesia Masih Didominasi ke Tiongkok, AS, dan India

2 April 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Pasar Ekspor Sawit Indonesia Masih Didominasi ke Tiongkok, AS, dan India
HOT NEWS

sawitsetara.co – JAKARTA – Kinerja perdagangan Indonesia kembali mencatatkan capaian positif. Neraca perdagangan pada Februari 2026 membukukan surplus sebesar USD 1,27 miliar, meningkat USD 0,32 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD 0,95 miliar. Surplus Februari 2026 ditopang kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan surplus USD 2,19 miliar, sementara sektor migas defisit USD 0,92 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, konsistensi surplus neraca perdagangan Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren surplus perdagangan Indonesia menjadi 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Capaian surplus selama 70 bulan berturut-turut mencerminkan fundamental perdagangan Indonesia yang tetap kuat. Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang terus menjadi motor penggerak utama surplus neraca perdagangan kita,” ujar Budi, Kamis (2/4/2026).


Sawit Setara Default Ad Banner

Budi pun mengungkapkan, adapun peningkatan ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) lebih didorong oleh permintaan global. Di tengah penurunan harga minyak kelapa sawit (palm oil) sebesar 4,27% (CtC) (World Bank Commodity Price Data (The Pink Sheet), 3 Maret 2026), volume ekspornya justru meningkat signifikan sebesar 34,46% (CtC).

Dari sisi pasar ekspornya, Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan total nilai mencapai USD 18,57 miliar atau 43,85% dari total ekspor nonmigas nasional. Namun demikian, pertumbuhan ekspor tertinggi justru terjadi di pasar nontradisional. Uni Emirat Arab mencatatkan kenaikan sebesar 68,62%, diikuti Spanyol 54,63%, dan Mesir 38,77% (CtC). Secara kawasannya, ekspor ke Asia Tengah lainnya yang meliputi Uzbekistan, Tajikistan, dan Turkmenistan melonjak paling tinggi hingga 146,11%, disusul Kawasan Karibia sebesar 22,26%, dan Afrika Utara 22,14%.


Sawit Setara Default Ad Banner

Sekedar catatan, ekspor sawit Indonesia ke Tiongkok pada 2025 menunjukkan performa kuat, menjadikannya salah satu pasar tujuan utama bersama India. Lonjakan permintaan terjadi secara fluktuatif, dengan kenaikan signifikan tercatat pada Juni 2025 (283 ribu ton) dan Oktober 2025 (203 ribu ton), didorong oleh harga yang kompetitif dan pemulihan industri, meskipun sempat terjadi penurunan bulanan pada Juli dan Agustus 2025.

Sedangkan ekspor sawit Indonesia ke AS pada 2025 menunjukkan kinerja yang juga positif dan strategis, dengan tren kenaikan nilai ekspor yang signifikan melalui peningkatan produk hilir. Volume ekspor ke AS tercatat meningkat mencapai sekitar 2,28 juta ton, dengan nilai ekspor tumbuh menjadi USD 2,73 miliar, didorong oleh permintaan produk olahan bernilai tambah.

Namun, ekspor sawit Indonesia ke India pada 2025 menunjukkan dinamika fluktuatif, dengan India tetap menjadi pasar utama, meskipun sempat terjadi penurunan volume. Hingga Oktober 2025, impor minyak sawit India dari Indonesia mencapai 2,79 juta ton, mengalami penurunan, namun India tetap salah satu mitra utama, didukung tren peningkatan nilai ekspor keseluruhan.



Berita Sebelumnya
Indonesia Kuasai 60% CPO Dunia, Hilirisasi Jadi Senjata Ekonomi Baru

Indonesia Kuasai 60% CPO Dunia, Hilirisasi Jadi Senjata Ekonomi Baru

Sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia dengan pangsa lebih dari 60 persen, Indonesia dinilai memiliki kekuatan besar untuk mengendalikan rantai nilai industri sawit—mulai dari hulu hingga produk bernilai tambah tinggi.

1 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *