KONSULTASI
Logo

Pelabuhan Teluk Tapang Diusulkan Jadi PSN, Sumbar Bidik Hilirisasi Sawit dan Industri Hijau

29 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Pelabuhan Teluk Tapang Diusulkan Jadi PSN, Sumbar Bidik Hilirisasi Sawit dan Industri Hijau

sawitsetara.co - JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan itu diarahkan untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, termasuk minyak sawit, sekaligus membangun kawasan industri hijau yang terintegrasi.

Usulan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi menjelaskan Teluk Tapang diproyeksikan berkembang menjadi kawasan pelabuhan industri hijau yang terhubung dengan aktivitas hilirisasi berbagai komoditas strategis Sumatera Barat.

“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” kata Mahyeldi, dikutip dari laman Diskominfotik Sumatera Barat.

Apj

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merencanakan kawasan tersebut sebagai lokasi pengembangan sejumlah industri, di antaranya kilang minyak (oil refinery) dan industri biodiesel berbahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Kawasan itu juga diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi yang didukung pelabuhan modern.

Bagi sektor perkebunan, keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang dipandang berpotensi menekan biaya distribusi hasil sawit, khususnya dari Kabupaten Pasaman Barat yang selama ini masih banyak mengandalkan Pelabuhan Teluk Bayur sebagai jalur pengiriman.

Selain melayani kebutuhan logistik Sumatera Barat, pelabuhan tersebut juga diproyeksikan menjadi simpul logistik bagi kawasan pantai barat Sumatera, termasuk melayani distribusi komoditas dari Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan yang sama, Mahyeldi juga mengusulkan percepatan reaktivasi jaringan kereta api untuk meningkatkan efisiensi logistik, memperlancar distribusi barang dan komoditas, serta mendukung mobilitas masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan yang meliputi tenaga air, panas bumi, dan energi surya sebagai penopang kawasan industri hijau yang direncanakan berkembang di sekitar Teluk Tapang.

Apj

Menanggapi paparan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan apresiasinya terhadap rencana pembangunan jangka panjang yang diajukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Airlangga, seluruh usulan akan dikaji sesuai mekanisme, tahapan perencanaan, dan kewenangan yang berlaku di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelum diputuskan untuk ditindaklanjuti.

Pasaman Barat selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat. Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang dinilai berpotensi memperkuat rantai pasok industri sawit melalui efisiensi logistik dan peningkatan akses menuju pasar domestik maupun ekspor.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia masih membutuhkan penguatan infrastruktur logistik untuk menopang distribusi bahan baku sekaligus mendorong percepatan pengembangan industri hilir berbasis kelapa sawit.

Tags:

HilirisasiBerita Sawit

Berita Sebelumnya
DBH Sawit Dipakai Lindungi 3.329 Pekerja Rentan di Muaro Jambi, Cakupan Jaminan Sosial Diperluas

DBH Sawit Dipakai Lindungi 3.329 Pekerja Rentan di Muaro Jambi, Cakupan Jaminan Sosial Diperluas

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebanyak 3.329 pekerja rentan dan pekerja sektor sawit didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui pembiayaan yang bersumber dari DBH Sawit.

28 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *