KONSULTASI
Logo

Pemerintah Wajibkan ISPO untuk Perkuat Daya Saing Sawit

6 Maret 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Pemerintah Wajibkan ISPO untuk Perkuat Daya Saing Sawit

sawitsetara.co - JAKARTA — Pemerintah memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional dengan menerapkan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) secara wajib. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga daya saing sawit Indonesia di tengah dinamika pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, mengatakan sektor sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Indonesia saat ini memiliki luas perkebunan sawit sekitar 16,83 juta hektare dengan proyeksi produksi crude palm oil (CPO) pada 2025 mencapai 48,12 juta ton.

Selain menyumbang devisa, industri ini juga menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja, termasuk sekitar 5,2 juta pekebun rakyat. “Sawit menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, produktivitas dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” kata Roni dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).

puasa

Menurut dia, pemerintah terus memperkuat sektor perkebunan melalui berbagai program, mulai dari peremajaan sawit rakyat, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga dukungan riset.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan pengelolaan kebun tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai penguatan standar keberlanjutan melalui ISPO menjadi langkah penting untuk memastikan sawit Indonesia tetap diterima di pasar internasional.

“Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu, tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin luas,” ujar Amran.

puasa

Ia menambahkan, transformasi sektor perkebunan perlu diarahkan pada pengembangan industri hilir. Dengan demikian, sawit tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah di dalam negeri.

Pemerintah optimistis penguatan standar keberlanjutan dan pengembangan hilirisasi akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi kebutuhan pangan dan energi global.

Tags:

ISPO

Berita Sebelumnya
PAP Pohon Sawit Dinilai Miskinkan Petani dan Ancam Ketahanan Sosial Keluarga di Riau

PAP Pohon Sawit Dinilai Miskinkan Petani dan Ancam Ketahanan Sosial Keluarga di Riau

Ia mengatakan dampak PAP bisa multiple effect, mulai dari menimbulkan kemiskinan baru struktural sosial, hingga marginalisasi keluarga petani, yang berbuntut pada kesenjangan sosial antara pejabat dengan rakyat.

5 Maret 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *