
sawitsetara.co - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan kinerja produksi yang semakin solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Beroperasinya secara penuh tiga pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan menjadi salah satu pendorong utama lonjakan produksi crude palm oil (CPO) yang mencapai 65,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan keterangan tertulis perusahaan yang dirilis Jumat (30/10/2026), produksi CPO CSRA hingga akhir kuartal III-2026 mencapai 113.530 ton. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 68.590 ton.
Pertumbuhan positif juga tercermin pada produksi inti sawit atau kernel. Hingga September 2026, produksi kernel CSRA mencapai 26.373 ton, meningkat dari 15.616 ton pada sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.
Sementara itu, produksi tandan buah segar (TBS) turut mengalami peningkatan menjadi 273.985 ton, dibandingkan 249.237 ton pada periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya dari sisi volume produksi, produktivitas perkebunan CSRA juga menunjukkan tren positif. Yield TBS tercatat mencapai 14,6 ton per hektare (ha), naik dari 14,1 ton per ha pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini memperlihatkan semakin optimalnya kontribusi aset produksi perusahaan, khususnya setelah ketiga PKS beroperasi secara penuh.
Peremajaan Kebun Jadi Strategi Jangka Panjang
Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, CSRA tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas pengolahan, tetapi juga memperkuat produktivitas perkebunan melalui program peremajaan tanaman atau replanting.
Program tersebut dilakukan dengan menggunakan varietas benih unggul untuk menggantikan tanaman yang telah memasuki usia lanjut. Strategi ini diharapkan mampu menjaga produktivitas kebun sekaligus meningkatkan potensi produksi dalam jangka panjang.
Manajemen CSRA juga melihat prospek pertumbuhan produksi yang masih terbuka seiring meningkatnya proporsi tanaman yang memasuki usia prima atau produktif. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong tanaman mencapai potensi hasil optimal dan menopang kinerja operasional perusahaan ke depan.
Bidik Efisiensi dan Peluang Bisnis Baru pada 2027
Memasuki 2027, CSRA mulai menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat fundamental bisnis. Fokus perusahaan diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta optimalisasi berbagai peluang pertumbuhan.
Salah satu opsi strategis yang tengah dipertimbangkan adalah divestasi PT Ina Zefanya Ataya, anak usaha yang dinilai memiliki tingkat efisiensi lebih rendah. Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan mengoptimalkan struktur keuangan sekaligus menjaga stabilitas operasional.
Di sisi lain, CSRA juga berencana mengaktifkan PT Bintang Kenten Lestari sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis. Aktivasi entitas usaha tersebut diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan.
Tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, CSRA juga menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip keberlanjutan melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE).
Prinsip tersebut mencakup komitmen untuk tidak melakukan deforestasi, tidak membuka lahan gambut, serta tidak melakukan eksploitasi dalam kegiatan operasional perusahaan.
Dengan dukungan peningkatan kapasitas pengolahan, produktivitas tanaman yang semakin membaik, serta agenda efisiensi dan pengembangan bisnis pada 2027, CSRA berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi bisnis perkebunan kelapa sawit untuk jangka panjang.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *