KONSULTASI
Logo

PSR Bangka Tengah Capai 161,49 Hektare, Didukung BPDP pada 2026

7 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
PSR Bangka Tengah Capai 161,49 Hektare, Didukung BPDP pada 2026

sawitsetara.co - KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melaksanakan program Peremajaan Sawit Pekebun (PSR) seluas 161,49 hektare pada 2026. Program yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bangka Tengah, Dian Akbarini, mengatakan pemerintah daerah pada tahun ini menjalankan program peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat dengan total cakupan 540,94 hektare. Luasan tersebut terdiri atas program intensifikasi seluas 379,45 hektare dan PSR seluas 161,49 hektare.


“Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperbaiki kualitas tanaman agar mampu memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani,” kata Dian di Koba, Kamis (6/8/2026).


apkasindo

Selain melaksanakan PSR, pemerintah daerah juga memperkuat dukungan terhadap pekebun melalui penyediaan bibit unggul. Sebanyak 1.085 batang benih kelapa sawit tahap pre nursery telah disalurkan kepada kelompok tani di Desa Namang dan Desa Kulur Ilir.


Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga menyiapkan penyaluran 8.000 batang benih kelapa sawit siap tanam kepada enam kelompok tani di Desa Terentang III, Teru, Namang, Katis, Kerantai, dan Cambai.


Di sisi lain, pemerintah daerah mendorong penerapan praktik perkebunan berkelanjutan melalui pendampingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Pendampingan diberikan kepada dua kelembagaan pekebun, yakni Gapoktan Latih Asri di Desa Sungkap dan Perkumpulan Kelompok Tani Suka Makmur Celuak.


Program pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sawit rakyat sekaligus memperluas penerapan standar keberlanjutan di tingkat pekebun.


“Penguatan produktivitas, penyediaan bibit unggul dan penerapan standar ISPO menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit,” ujar Dian.

Tags:

PSRperemajaan sawit rakyatBerita SawitSawit

Berita Sebelumnya
APKASINDO: Presiden Prabowo Sangat Mencintai Sawit, Jangan Salah Persepsi

APKASINDO: Presiden Prabowo Sangat Mencintai Sawit, Jangan Salah Persepsi

Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan industri sawit nasional butuh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar tetap menjadi penopang perekonomian nasional. Hal itu disampaikannya saat pembukaan SIEXPO 2026 di Ska Co-ex, Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

6 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *