KONSULTASI
Logo

Ribuan Mahasiswa SDM Sawit Terlantar, Menkeu dan Bappenas Segera Bahas Mandeknya Pencairan Biaya Bulanan

27 April 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Ribuan Mahasiswa SDM Sawit Terlantar, Menkeu dan Bappenas Segera Bahas Mandeknya Pencairan Biaya Bulanan
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA — Keterlambatan pencairan beasiswa biaya hidup bagi mahasiswa penerima program SDM Sawit kembali menjadi sorotan publik. Hingga memasuki akhir April, dana yang seharusnya diterima di awal bulan dilaporkan belum juga tersalurkan kepada ribuan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Ir. Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari mahasiswa penerima beasiswa. Aspirasi tersebut datang melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari pesan pribadi hingga media sosial organisasi.

“Sudah sekitar 27 hari terakhir anak-anak kita, baik dari keluarga petani maupun pekerja sawit, gelisah karena beasiswa mereka belum cair. Ini bukan hal sepele, ini menyangkut kebutuhan hidup mereka sehari-hari, karena sebagian besar dari mereka sangat bergantung pada dana tersebut untuk bertahan hidup selama menjalani pendidikan,” ujarnya kepada sawitsetara.co, Senin (27/4/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Dr. Gulat mengatakan, akan ada pertemuan pada Senin sore antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Pertemuan tersebut, kata dia, salah satunya adalah membahas terkait terlambatnya pencairan biaya hidup beasiswa SDM sawit.

Program beasiswa SDM Sawit sendiri diketahui menyasar mahasiswa dari latar belakang keluarga kurang mampu, khususnya anak petani dan pekerja di sektor kelapa sawit. Dengan kondisi tersebut, keterlambatan pencairan dinilai berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa.

APKASINDO mencatat, mayoritas penerima beasiswa menggunakan dana tersebut untuk membayar biaya kos, makan, transportasi, hingga kebutuhan akademik. Ketika pencairan tersendat, berbagai aspek kehidupan mahasiswa ikut terganggu, termasuk konsentrasi belajar mereka di kampus.

“Kalau terlambat seperti ini, mereka kesulitan membayar kos, makan pun jadi tidak menentu, belum lagi kebutuhan kuliah seperti fotokopi dan transportasi. Ini tentu akan sangat mengganggu fokus belajar mereka, padahal tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas SDM sawit,” kata Dr. Gulat .

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia menilai persoalan ini bukanlah hal baru, melainkan masalah yang terus berulang dari tahun ke tahun tanpa penyelesaian yang jelas. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran beasiswa oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Dr. Gulat juga mempertanyakan penyebab utama keterlambatan, termasuk kemungkinan adanya hambatan administratif di tingkat perguruan tinggi. Namun, ia menilai alasan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima jika melihat luasnya dampak yang terjadi secara serentak.

“Kalau memang ada kendala di kampus seperti keterlambatan pengajuan, kenapa hampir semua kampus mengalami hal yang sama? Ini bukan kasus satu dua tempat, tapi hampir merata di sekitar 41 kampus. Artinya ada persoalan sistemik yang harus segera dibenahi oleh BPDPKS,” tegasnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Selain itu, ia menyoroti sumber dana beasiswa yang berasal dari pungutan ekspor sawit yang pada akhirnya turut menjadi beban bagi petani. Oleh karena itu, pengelolaan dana tersebut harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, termasuk dalam memastikan hak mahasiswa terpenuhi tepat waktu.

APKASINDO juga mengingatkan bahwa jumlah penerima beasiswa SDM Sawit akan meningkat signifikan pada tahun 2026. Tanpa adanya perbaikan sistem, potensi masalah yang sama bahkan lebih besar dikhawatirkan akan kembali terjadi.

“Jumlah penerima tahun ini meningkat menjadi sekitar 5.000 mahasiswa dari sebelumnya 3.000. Kalau kondisi sekarang saja masih bermasalah, bagaimana ke depan? Jangan sampai anak-anak kami harus terus mengalami keterlambatan, berutang untuk bertahan hidup, bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hanya karena sistem yang tidak berjalan optimal,” pungkas Dr. Gulat.

Tags:

Beasiswa SDM Sawit 2026

Berita Sebelumnya
Penguatan Sawit Itu Dari Hulu Ke Hilir

Penguatan Sawit Itu Dari Hulu Ke Hilir

“Kita tidak hanya bicara luas lahan dan produksi, tetapi bagaimana meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta memastikan keberlanjutan. Sawit harus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional,” ungkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

26 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *