KONSULTASI
Logo

Saat Sawit Tua Tak Lagi Berbuah, Niranya Menjadi Sumber Gula dan Penghasilan

29 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Saat Sawit Tua Tak Lagi Berbuah, Niranya Menjadi Sumber Gula dan Penghasilan
HOT NEWS

sawitsetara.co - SERDANG BEDAGAI – Batang kelapa sawit yang memasuki masa peremajaan umumnya hanya dianggap sebagai limbah setelah ditebang. Padahal, sebelum diganti dengan tanaman baru, batang sawit tua masih menyimpan potensi ekonomi melalui nira yang dapat diolah menjadi gula merah.

Dilansir dari laman Trubus, potensi itu dimanfaatkan oleh Edi Sulistiantoro, warga Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Ia mengolah nira yang dihasilkan batang sawit tua menjadi gula merah dengan nilai jual Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Satu batang sawit tua dapat menghasilkan sekitar 10 liter nira setiap 24 jam. Pengambilan nira dilakukan dengan mengiris pucuk batang hingga terlihat bagian dalam yang berwarna putih. Dari irisan tersebut, nira akan menetes dan ditampung menggunakan ember yang ditutup rapat agar terhindar dari kotoran maupun air hujan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Setelah dibiarkan selama satu hari, nira dipanen lalu disaring sebelum dimasak. Proses pemasakan berlangsung selama 3 hingga 5 jam menggunakan tungku berbahan bakar kayu hingga cairan mengental dan berubah warna menjadi cokelat kemerahan.

Nira yang telah mengental kemudian dituangkan ke dalam cetakan berbahan bambu, kayu, atau tempurung kelapa hingga mengeras menjadi gula merah siap jual. Dalam sehari, Edi mampu memproduksi sekitar satu ton gula merah dari bahan baku tersebut.

Potensi nira sawit juga mendapat perhatian kalangan akademisi. Dosen Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak, Ledy Purwandani, menyebut kandungan gula pada nira sawit tergolong tinggi sehingga berpeluang menjadi bahan baku industri pangan.

"Nira sawit memiliki kandungan gula tinggi. Komposisinya meliputi glukosa hingga 86,9 persen, sukrosa 15,892 persen, serta total gula mencapai 17,603 persen. Kandungan tersebut menjadikan nira sawit potensial sebagai bahan baku industri pangan,” katanya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Selain membuka peluang industri pangan, pemanfaatan nira sawit dinilai dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan, terutama ketika tanaman memasuki masa peremajaan.

Peluang itu didukung oleh luasnya areal sawit yang memasuki fase replanting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2018 luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat mencapai 1,1 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 203.218 hektare telah memasuki masa peremajaan.

Besarnya luasan tersebut membuka peluang pemanfaatan batang sawit tua secara lebih optimal sebelum akhirnya menjadi limbah. Melalui pengolahan menjadi gula merah, nira sawit bukan hanya menghasilkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mendukung pemanfaatan sumber daya perkebunan secara lebih berkelanjutan.


Berita Sebelumnya
Gapki: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Penegakan Hukum terhadap Under Invoicing Perlu Diperkuat

Gapki: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Penegakan Hukum terhadap Under Invoicing Perlu Diperkuat

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai sistem pengawasan ekspor kelapa sawit di Indonesia telah berjalan secara ketat dan berlapis. Organisasi ini justru menekankan pentingnya penguatan penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran, termasuk praktik under invoicing, yang dinilai dapat mengurangi penerimaan negara.

28 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *