KONSULTASI
Logo

Sawit Indonesia Dapat Tarif 0% ke AS, Pemerintah Sebut Jadi Angin Segar Ekspor Nasional

20 Februari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Sawit Indonesia Dapat Tarif 0% ke AS, Pemerintah Sebut Jadi Angin Segar Ekspor Nasional
HOT NEWS

sawitsetara.co - Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Indonesia telah menyepakati pemberlakuan tarif 0% untuk sejumlah produk unggulan kedua negara dalam kerangka kesepakatan dagang bilateral terbaru. Salah satu komoditas utama Indonesia yang memperoleh fasilitas tersebut adalah minyak sawit.

Dalam konferensi pers pengumuman Kesepakatan Dagang Indonesia dengan Amerika Serikat di Washington, Airlangga menegaskan bahwa minyak sawit bersama sejumlah komoditas lain seperti kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang, akan menikmati tarif bea masuk 0% saat masuk ke pasar Amerika Serikat.

“Khusus untuk produk-produk unggulan Indonesia, termasuk sawit, tarifnya menjadi 0%. Ini tentu meningkatkan daya saing ekspor kita di pasar Amerika,” ujar Airlangga.

Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi industri kelapa sawit nasional yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekspor Indonesia. Dengan penghapusan tarif, produk sawit Indonesia akan semakin kompetitif dibandingkan negara pesaing di pasar global, khususnya di Amerika Serikat.

Promosi ssco

Industri sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, baik dari sisi devisa negara maupun penyerapan tenaga kerja. Jutaan petani dan pekerja bergantung pada sektor ini, mulai dari perkebunan hingga industri hilir seperti oleokimia dan produk turunan lainnya. Dengan tarif 0%, peluang peningkatan volume ekspor dan perluasan pasar dinilai semakin terbuka.

Selain sawit, Amerika Serikat juga memberikan tarif 0% untuk produk tekstil dan apparel Indonesia melalui mekanisme tarif rate quota. Kebijakan tersebut disebut akan berdampak pada sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil dan berpengaruh pada sekitar 20 juta masyarakat Indonesia jika dihitung bersama keluarganya.

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga memberikan tarif 0% terhadap sejumlah produk asal Amerika Serikat, khususnya produk pertanian seperti gandum dan kedelai. Pemerintah memastikan kebijakan ini tidak akan membebani masyarakat karena bahan baku seperti gandum dan kedelai banyak digunakan untuk produk konsumsi sehari-hari seperti mie instan, tahu, dan tempe.

Tak hanya itu, kedua negara juga sepakat untuk tidak mengenakan biaya masuk terhadap transaksi elektronik. Kebijakan serupa juga diberikan Indonesia kepada kawasan Eropa.

Promosi ssco

Perjanjian dagang ini akan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum diselesaikan oleh kedua belah pihak, termasuk konsultasi dengan DPR di Indonesia serta proses internal di Amerika Serikat.

Dengan tarif 0% untuk sawit, pemerintah optimistis posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir utama minyak sawit dunia akan semakin kuat di pasar global, sekaligus memperkuat kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


Berita Sebelumnya
Pengembangan Inovasi Dorong Daya Saing Produk Hilir Berbasis Sawit

Pengembangan Inovasi Dorong Daya Saing Produk Hilir Berbasis Sawit

Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menyebut pentingnya pengembangan inovasi yang relevan bagi perusahaan agar bisa mendorong daya saing produk-produk hilir berbasis kelapa sawit serta komoditas perkebunan.

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *