KONSULTASI
Logo

Sawit Terus Diserang Kampanye Negatif, Akademisi: Banyak Tuduhan Tak Berbasis Ilmiah

6 Januari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Sawit Terus Diserang Kampanye Negatif, Akademisi: Banyak Tuduhan Tak Berbasis Ilmiah
HOT NEWS

sawitsetara.co - PALANGKA RAYA – Industri kelapa sawit kembali menjadi sasaran berbagai kampanye negatif di ruang publik. Mulai dari tudingan sebagai pemicu kanker, perusak lingkungan, hingga dianggap hanya menguntungkan segelintir pengusaha besar, narasi tersebut terus berulang meski kerap tidak disertai dasar ilmiah yang kuat.

Pengamat ekonomi perkebunan Kalimantan Tengah sekaligus dosen Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR), Rawing Rambang, menilai serangan terhadap kelapa sawit banyak dibangun dari asumsi dan opini sepihak, bukan dari kajian ilmiah yang terverifikasi.

“Banyak narasi negatif yang beredar tidak didukung oleh riset yang valid dan terverifikasi,” kata Rawing kepada Borneonews, Senin, 5 Januari 2026.

Sawit Setara Default Ad Banner

Salah satu tudingan yang paling sering muncul adalah klaim bahwa minyak sawit menjadi penyebab kanker. Menurut Rawing, isu tersebut merupakan contoh klasik disinformasi yang terus direproduksi tanpa rujukan ilmiah yang sahih.

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan minyak sawit secara langsung memicu penyakit kanker. Sebaliknya, sejumlah penelitian internasional justru menyimpulkan bahwa minyak sawit aman dikonsumsi selama melalui proses pengolahan sesuai standar dan dikonsumsi secara wajar.

Kampanye negatif juga kerap menuding industri sawit minim kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Tuduhan ini, menurut Rawing, bertentangan dengan realitas di lapangan.

“Sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penyerap tenaga kerja terbesar, terutama di daerah pedesaan,” katanya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Di Kalimantan Tengah sendiri, kehadiran perkebunan sawit telah membuka lapangan kerja yang luas, mulai dari sektor budidaya, pengolahan hasil, hingga berbagai jasa pendukung lainnya yang menopang ekonomi lokal.

Isu lingkungan pun tak luput menjadi alat serangan. Sawit kerap dituding boros air dan menjadi penyebab utama deforestasi. Namun Rawing menilai, framing tersebut tidak proporsional jika dibandingkan dengan data komparatif antar-komoditas.

Ia menjelaskan bahwa dibandingkan sejumlah minyak nabati lain, kelapa sawit justru memiliki produktivitas paling tinggi dengan kebutuhan lahan yang relatif lebih efisien.

“Selain itu, praktik perkebunan berkelanjutan kini semakin diperkuat melalui regulasi dan sertifikasi yang mewajibkan perlindungan lingkungan,” terangnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Narasi bahwa industri sawit hanya menguntungkan pengusaha besar juga dinilai menyesatkan. Rawing menekankan bahwa jutaan petani sawit rakyat di Indonesia turut menggantungkan penghidupan dan memperoleh manfaat ekonomi dari komoditas tersebut.

Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kampanye negatif yang beredar luas tanpa verifikasi.

Menurutnya, penilaian terhadap kelapa sawit seharusnya dilakukan secara adil dan rasional, dengan mengacu pada data ilmiah serta fakta lapangan, bukan semata-mata mitos yang dibangun dan dipelihara di ruang publik.

Tags:

kampanye hitamBerita Sawitsawit baik

Berita Sebelumnya
Pengembangan Inovasi Dorong Daya Saing Produk Hilir Berbasis Sawit

Pengembangan Inovasi Dorong Daya Saing Produk Hilir Berbasis Sawit

Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menyebut pentingnya pengembangan inovasi yang relevan bagi perusahaan agar bisa mendorong daya saing produk-produk hilir berbasis kelapa sawit serta komoditas perkebunan.

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *