
sawitsetara.co - JAKARTA - Sawitsetara.co akan menggelar kegiatan bertajuk Kampanye Sawit Baik Bersama Media pada Senin, (02/03/2026) mendatang, di Ruang Rapat Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat narasi positif industri kelapa sawit Indonesia melalui kolaborasi dengan media pertanian dan para pemangku kepentingan.
Acara ini dijadwalkan akan dihadiri lebih 40 media pertanian, baik cetak maupun online, serta perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, petani, hingga lembaga/asosiasi sektor sawit.
Sektor sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Pada 2023, industri sawit menyumbang sekitar Rp88,7 triliun ke APBN, dengan kontribusi pajak sekitar Rp50,2 triliun, nilai produksi mencapai Rp729 triliun, dan devisa ekspor sekitar Rp463 triliun atau setara USD30,32 miliar.

Sementara itu, pada 2024 sektor sawit menyumbang devisa sebesar USD27,76 miliar atau sekitar Rp440 triliun. Memasuki 2025, penerimaan negara dari sawit tetap signifikan, terutama dari Bea Keluar (BK) dan pajak, yang didorong oleh tingginya harga crude palm oil (CPO) serta peningkatan ekspor. Bahkan pada periode Januari–April 2025, bea keluar sawit tercatat mencapai Rp9,38 triliun.
Namun di tengah kontribusi besar tersebut, industri sawit dinilai masih kerap menjadi sasaran kampanye negatif, mulai dari isu deforestasi hingga berbagai tudingan.
Pimpinan Umum sawitsetara.co, Dr. Eko Jaya Siallagan, menegaskan bahwa kampanye ini hadir untuk meluruskan berbagai mispersepsi dengan pendekatan ilmiah dan berbasis data.
“Sawit selama ini sering menjadi objek kampanye hitam yang tidak selalu didukung fakta ilmiah. Melalui Kampanye Sawit Baik ini, kami ingin menghadirkan diskusi yang objektif, berbasis data, dan menghadirkan para ahli di bidangnya agar publik mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang,” ujar Dr. Eko.

Ia menambahkan, media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik tentang sawit berkelanjutan, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi.
“Kami ingin membangun sinergi antara media, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah. Harapannya, lahir komitmen bersama untuk menyuarakan narasi sawit yang konstruktif dan mencerminkan kondisi riil di lapangan,” tambahnya.
Ketua panitia kegiatan, Ibnu Yuwono Nugroho, menjelaskan bahwa acara ini juga akan diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara media, pelaku usaha, dan pemerintah untuk mendukung kampanye positif sawit secara berkelanjutan.
“Kami mengundang lebih 40 media pertanian dan umum untuk terlibat aktif dalam diskusi terbatas ini. Output yang kami harapkan adalah terbitnya pemberitaan yang edukatif, berimbang, dan berbasis fakta tentang sawit,” kata Ibnu.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga momentum memperkuat jejaring komunikasi antara media dan narasumber kunci di sektor sawit.
Melalui Kampanye Sawit Baik ini, sawitsetara.co berharap tercipta narasi publik yang lebih berimbang mengenai sawit sebagai komoditas strategis nasional yang dikelola menuju keberlanjutan, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap kesejahteraan petani dan pembangunan ekonomi Indonesia.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *