KONSULTASI
Logo

Setelah B50, Pemerintah Targetkan Biodiesel B60 Berlaku pada 2028

20 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Setelah B50, Pemerintah Targetkan Biodiesel B60 Berlaku pada 2028

sawitsetara.co - JAKARTA — Pemerintah menargetkan implementasi mandatori biodiesel B60 mulai 2028. Target tersebut diyakini dapat dicapai setelah produksi kelapa sawit nasional meningkat sekitar 7 juta kiloliter (KL) pada periode 2024-2025 atau hampir 15 persen dari rata-rata produksi nasional sebesar 50 juta KL.

Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera mengatakan kenaikan produksi sawit menjadi modal penting untuk mempercepat hilirisasi biodiesel. Menurut dia, peningkatan produktivitas itu menunjukkan kapasitas pasokan bahan baku dalam negeri terus membaik.

“Ini tentu satu indikator yang sangat positif. Kerja keras seluruh pihak terbukti mampu meningkatkan produktivitas kita secara luar biasa hanya dalam waktu satu tahun,” ujar Dida saat membuka Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Apj

Menurut Dida, keberhasilan Indonesia mengembangkan biodiesel juga mulai mendapat perhatian dunia. Ia menuturkan, awal tahun ini Pemerintah Indonesia menerima kunjungan Presiden New Development Bank (NDB), yang juga mantan Presiden Brasil. Dalam pertemuan itu, pihak NDB menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia menjalankan program biodiesel yang saat itu telah mencapai B40.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah memulai uji coba B50 pada pekan lalu. Program tersebut, kata dia, mendapat apresiasi langsung dari Presiden.

“Untuk sektor etanol, negara seperti Brasil mungkin lebih maju. Namun untuk urusan biodiesel, Indonesia jauh memimpin di depan,” kata Dida.

Apj

Meski telah menjalankan uji coba B50, pemerintah menyebut agenda hilirisasi energi berbasis sawit belum selesai. Saat ini, pemerintah bersiap memenuhi target Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk merealisasikan B60 dalam dua tahun mendatang.

Selain biodiesel untuk kendaraan darat, pemerintah bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) juga mendorong riset pengembangan produk turunan sawit lainnya, seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur berbasis sawit, bensa atau bensin sawit, serta benwit.

“Isu sentral dari sawit kita saat ini sudah semakin dominan ke arah ketahanan energi. Potensi pengembangannya masih sangat besar dan bisa dibilang tidak ada satu tetes pun dari sawit ini yang terbuang sia-sia. Semuanya bernilai ekonomi,” ujar Dida.

Tags:

B50Biosolar B50B60

Berita Sebelumnya
Ekspor Sawit Melambat, Bisakah Harga TBS Petani Tetap Bertahan?

Ekspor Sawit Melambat, Bisakah Harga TBS Petani Tetap Bertahan?

Di tengah meningkatnya konsumsi dalam negeri melalui implementasi mandatori biodiesel B50, muncul pertanyaan mengenai dampaknya terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

18 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *