
sawitsetara.co - PONTIANAK – Kolaborasi antara organisasi petani, pelaku industri, dan institusi pendidikan kembali ditegaskan sebagai kunci penguatan sektor kelapa sawit. Hal ini tercermin dalam audiensi yang dilakukan Badan Pengurus Wilayah (BPW) Asosiasi Petani Milenial dan Perkebunan Indonesia Kalimantan Barat ke kantor Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Cabang Kalbar, Senin (14/04/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Komplek Perdana Square No. 21 Pontianak tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BPW APMI Kalbar, M. Fifmansyah, bersama tujuh orang pengurus. Audiensi ini juga melibatkan mahasiswa penerima manfaat Program Beasiswa SDM Sawit tahun 2025 yang dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, khususnya dari Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat.
Turut hadir dalam rombongan, Sekretaris DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kalbar, Agus Kuswara serta Ketua Program Studi Agroteknologi Faperta UNU Kalbar, Riko Prasetyo, S.P., M.P. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem perkebunan sawit yang terintegrasi.

Rombongan APMI Kalbar disambut langsung oleh Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalbar, H. Idwar Hanis, bersama jajaran pengurus. Dalam pertemuan tersebut, diskusi berkembang pada sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peluang kerja sama konkret antarorganisasi.
Dalam sambutannya, H. Idwar Hanis menjelaskan secara rinci peran GAPKI sebagai wadah perusahaan perkebunan besar kelapa sawit yang memiliki posisi strategis dalam mendukung kemajuan sektor ini. Ia juga menegaskan komitmen GAPKI untuk bersinergi dengan organisasi petani, khususnya APMI Kalbar.
“GAPKI memiliki komitmen untuk mendukung penguatan organisasi dan program kerja APMI Kalbar ke depannya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPW APKASINDO Kalbar, Agus Kuswara, memberikan arahan terkait dinamika industri sawit yang semakin kompleks. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pengurus organisasi, terutama dalam memahami aspek teknis dan regulatif.
“Akurasi data perkebunan serta pemahaman terhadap regulasi atau peraturan perundang-undangan menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh pengurus APMI Kalbar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa APMI memiliki peran strategis dalam mendukung sosialisasi Program SDM Sawit BPDPKS agar lebih dikenal luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang tertarik di sektor perkebunan.
Dari sisi akademik, Riko Prasetyo memaparkan peran Fakultas Pertanian UNU Kalbar sebagai lembaga pendidikan yang turut mendapat dukungan pembiayaan dari BPDPKS. Ia menegaskan kesiapan kampus dalam mendukung pengembangan SDM yang unggul dan kompetitif.
“Kami siap berkolaborasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan kompeten di sektor perkebunan,” tegasnya.
Ketua BPW APMI Kalbar, M. Fifmansyah, menyambut positif seluruh masukan yang disampaikan. Ia menilai audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong kemajuan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.
“Pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang konkret demi kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga berharap hasil diskusi yang telah dirumuskan dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja nyata, terutama yang berkaitan dengan penguatan kapasitas generasi muda di sektor perkebunan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab namun tetap produktif. Sejumlah poin kesepahaman berhasil dicapai, mencakup rencana kolaborasi antara GAPKI, APKASINDO, APMI, dan UNU Kalbar, khususnya dalam bidang pengembangan SDM, peningkatan literasi industri, serta penguatan peran organisasi petani milenial.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kemitraan berkelanjutan, sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan dan peluang industri kelapa sawit di masa depan.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *