KONSULTASI
Logo

Stok Minyak Sawit Malaysia Melonjak 24,54 Persen, Produksi CPO Ikut Menguat

14 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Stok Minyak Sawit Malaysia Melonjak 24,54 Persen, Produksi CPO Ikut Menguat

sawitsetara.co – KUALA LUMPUR — Persediaan minyak sawit Malaysia meningkat tajam pada September 2026. Kenaikan stok terjadi seiring bertambahnya produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), sementara ekspor minyak sawit justru mengalami penurunan.

Badan Minyak Sawit Malaysia atau Malaysian Palm Oil Board (MPOB) mencatat total stok minyak sawit mencapai 3,51 juta ton pada September 2026. Jumlah tersebut meningkat 691.835 ton atau 24,54 persen dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat 2,8 juta ton.

Lonjakan persediaan terutama berasal dari peningkatan stok CPO. Pada September, stok CPO Malaysia mencapai 2,16 juta ton, naik 31,88 persen atau 522.905 ton dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,64 juta ton. Sementara itu, stok minyak sawit olahan juga bertambah. MPOB mencatat persediaannya meningkat 14,33 persen atau 168.930 ton menjadi 1,34 juta ton. Pada Agustus, stok produk tersebut masih berada di angka 1,17 juta ton.

Data tersebut menunjukkan peningkatan persediaan terjadi pada minyak sawit mentah maupun produk olahannya. Kondisi ini berlangsung ketika produksi meningkat, tetapi pengiriman minyak sawit ke pasar ekspor melemah.

apkasindo

Mengutip laporan kinerja industri minyak sawit Malaysia yang dirilis MPOB, produksi CPO pada September 2026 mencapai 2,11 juta ton. Angka tersebut naik 16,48 persen atau 299.451 ton dibandingkan produksi Agustus sebesar 1,81 juta ton. Kenaikan produksi juga terjadi pada produk turunan kelapa sawit lainnya. Produksi inti sawit atau palm kernel meningkat 18,16 persen secara bulanan menjadi 508.392 ton. Pada Agustus, produksinya tercatat 430.599 ton.

Adapun produksi minyak inti sawit mentah atau crude palm kernel oil naik 4,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 209.381 ton. Produksi bungkil inti sawit atau palm kernel cake juga meningkat 7,81 persen menjadi 232.696 ton. Peningkatan produksi tersebut berlangsung bersamaan dengan bertambahnya stok minyak sawit Malaysia. Namun, pertumbuhan produksi tidak diikuti kenaikan ekspor minyak sawit pada periode yang sama.

MPOB mencatat ekspor minyak sawit Malaysia pada September 2026 turun 12,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,22 juta ton. Penurunan juga terjadi pada sejumlah produk turunan. Ekspor minyak inti sawit merosot 34,09 persen menjadi 74.364 ton. Sementara itu, ekspor bungkil inti sawit turun 3,99 persen menjadi 204.687 ton.

Di tengah pelemahan tersebut, ekspor oleokimia justru meningkat. Pengiriman produk oleokimia Malaysia naik 2,62 persen dibandingkan Agustus menjadi 239.723 ton. Sebaliknya, ekspor biodiesel mengalami penurunan sangat tajam. Volumenya merosot 91,69 persen menjadi hanya 2.930 ton pada September 2026. Pergerakan ekspor yang berbeda antarkomoditas menunjukkan bahwa kinerja pengiriman produk sawit Malaysia tidak seragam. Sejumlah produk mengalami penurunan, sedangkan oleokimia masih mencatat pertumbuhan.

apkasindo

Impor CPO Nihil pada September

Dari sisi impor, Malaysia tidak mencatat pemasukan CPO selama September 2026. Namun, impor minyak sawit olahan meningkat 3,49 persen menjadi 51.252 ton. Pada Agustus, volumenya tercatat 49.524 ton.

Impor minyak sawit juga mengalami kenaikan. Volumenya melonjak 17,25 persen menjadi 58.064 ton dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan impor produk tersebut terjadi ketika stok domestik Malaysia bertambah dan ekspor minyak sawit melemah.

Secara keseluruhan, data MPOB memperlihatkan persediaan minyak sawit Malaysia meningkat seiring kenaikan produksi pada September 2026. Pada saat yang sama, penurunan ekspor menjadi salah satu perkembangan penting dalam dinamika industri sawit negara tersebut.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
sawitsetara Audiensi dengan Wamenaker, Bahas SETARACITA  dan Job Fair 2026

sawitsetara Audiensi dengan Wamenaker, Bahas SETARACITA dan Job Fair 2026

sawitsetara.co beraudiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI, Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini membahas kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terhadap penyelenggaraan SETARACITA dan job fair 2026.

13 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *