KONSULTASI
Logo

Wilayah Sawit Riau hingga Kalimantan Diprediksi Lebih Kering Mei-Juli, Ini Penjelasan BMKG

15 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Wilayah Sawit Riau hingga Kalimantan Diprediksi Lebih Kering Mei-Juli, Ini Penjelasan BMKG

sawitsetara.co - JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah selama periode Mei hingga Juli 2026.

Prediksi tersebut tercantum dalam Buletin Sawit April 2026 yang memuat outlook iklim nasional serta dampaknya terhadap wilayah sentra perkebunan kelapa sawit.

Pada Mei 2026, sekitar 10,42 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah atau berkisar 0–100 mm per bulan.

Sementara itu, mayoritas wilayah yakni 84,93 persen diprediksi berada pada kategori menengah dengan curah hujan 100–300 mm per bulan. Adapun 4,65 persen wilayah lainnya diperkirakan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di atas 300 mm per bulan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Memasuki Juni 2026, kondisi hujan rendah diprediksi meningkat menjadi 35,30 persen wilayah Indonesia. Curah hujan kategori menengah diperkirakan mencakup 63,41 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi hingga sangat tinggi hanya sekitar 1,29 persen wilayah.

Pada Juli 2026, BMKG memperkirakan 40,67 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah, 58,40 persen berada pada kategori menengah, dan hanya 0,93 persen wilayah yang mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi.

Kondisi ini diperkirakan terjadi di wilayah sentra sawit nasional seperti Riau, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

BMKG menyebut sebagian besar wilayah sentra sawit tersebut akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah sepanjang Mei hingga Juli 2026.

Sawit Setara Default Ad Banner

Selain curah hujan, BMKG juga memprediksi sifat hujan selama Mei hingga Juli 2026 umumnya berada pada kategori Normal hingga Bawah Normal.

Pada Mei 2026, sebanyak 29,09 persen wilayah diprediksi mengalami hujan di bawah normal, sementara 68,01 persen mendekati normal, dan 2,90 persen berada di atas normal.

Kemudian pada Juni 2026, wilayah dengan sifat hujan bawah normal diprediksi meningkat menjadi 84,99 persen. Sementara itu, wilayah dengan sifat hujan normal hanya sekitar 14,66 persen dan atas normal sebesar 0,35 persen.

Pada Juli 2026, sebanyak 89,67 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami sifat hujan bawah normal. Adapun wilayah dengan sifat hujan normal diprediksi sebesar 9,63 persen dan atas normal sekitar 0,70 persen.

Sementara dari sisi sifat hujan, kawasan sentra sawit diprediksi didominasi kondisi Normal hingga Bawah Normal. Situasi ini berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman sawit, terutama pada daerah yang memasuki periode kering lebih panjang dibanding kondisi normal tahunan.


Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp34,46 per Kg untuk Usia 10–20 Tahun

Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp34,46 per Kg untuk Usia 10–20 Tahun

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 15 hingga 21 Mei 2026 mengalami penurunan.

14 Mei 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *