KONSULTASI
Logo

Indonesia Pegang Kendali Sawit Berkelanjutan Dunia

18 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Indonesia Pegang Kendali Sawit Berkelanjutan Dunia
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA — Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai produsen utama minyak sawit berkelanjutan dunia. Pada periode 2021–2022, pangsa produksi sawit tersertifikasi Indonesia mencapai 61 persen, tertinggi secara global.

Data Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) mencatat, luas perkebunan kelapa sawit nasional yang mengantongi sertifikasi internasional melonjak tajam. Dari hanya sekitar 0,1 juta hektar pada 2008, kini mencapai 3,35 juta hektar.

Lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan volume minyak sawit dunia yang tersertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), yang telah menyentuh 23,1 juta ton. Angka ini naik signifikan dibandingkan sekitar 0,8 juta ton pada awal penerapan standar keberlanjutan lebih dari satu dekade lalu.

puasa

Dominasi Indonesia terlihat jelas dibandingkan produsen lain. Indonesia menguasai 61 persen produksi sawit berkelanjutan dunia, disusul Malaysia sebesar 26,7 persen dan Papua Nugini 3,9 persen. Sisanya berasal dari negara-negara Afrika dan Amerika Selatan.

PASPI menyebutkan, capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan potensi aktual. Sejumlah lahan dan volume produksi masih dalam proses sertifikasi, sehingga porsi produksi berkelanjutan Indonesia diperkirakan terus bertambah.

Penerapan standar RSPO menuntut praktik budidaya yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. Dalam konteks itu, perkembangan sawit Indonesia menunjukkan pergeseran orientasi industri—dari sekadar mengejar volume produksi menuju pemenuhan tuntutan pasar global.

Dengan porsi produksi berkelanjutan yang jauh melampaui negara produsen lain, Indonesia kini berada pada posisi strategis dalam menentukan arah industri sawit hijau dunia.


Berita Sebelumnya
Petani Sawit Kampar Tolak Wacana Pajak Air Permukaan, Khawatir Tekan Harga TBS

Petani Sawit Kampar Tolak Wacana Pajak Air Permukaan, Khawatir Tekan Harga TBS

Saifullah, perwakilan dari Gapoktan Maju Jaya Tinggi Abadi menyatakan dengan tegas bahwa petani sawit tidak setuju jika kebijakan tersebut diberlakukan.

17 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *