
sawitsetara.co - JAKARTA — Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai produsen utama minyak sawit berkelanjutan dunia. Pada periode 2021–2022, pangsa produksi sawit tersertifikasi Indonesia mencapai 61 persen, tertinggi secara global.
Data Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) mencatat, luas perkebunan kelapa sawit nasional yang mengantongi sertifikasi internasional melonjak tajam. Dari hanya sekitar 0,1 juta hektar pada 2008, kini mencapai 3,35 juta hektar.
Lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan volume minyak sawit dunia yang tersertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), yang telah menyentuh 23,1 juta ton. Angka ini naik signifikan dibandingkan sekitar 0,8 juta ton pada awal penerapan standar keberlanjutan lebih dari satu dekade lalu.
Dominasi Indonesia terlihat jelas dibandingkan produsen lain. Indonesia menguasai 61 persen produksi sawit berkelanjutan dunia, disusul Malaysia sebesar 26,7 persen dan Papua Nugini 3,9 persen. Sisanya berasal dari negara-negara Afrika dan Amerika Selatan.
PASPI menyebutkan, capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan potensi aktual. Sejumlah lahan dan volume produksi masih dalam proses sertifikasi, sehingga porsi produksi berkelanjutan Indonesia diperkirakan terus bertambah.
Penerapan standar RSPO menuntut praktik budidaya yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. Dalam konteks itu, perkembangan sawit Indonesia menunjukkan pergeseran orientasi industri—dari sekadar mengejar volume produksi menuju pemenuhan tuntutan pasar global.
Dengan porsi produksi berkelanjutan yang jauh melampaui negara produsen lain, Indonesia kini berada pada posisi strategis dalam menentukan arah industri sawit hijau dunia.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *