KONSULTASI
Logo

Ditargetkan 50 Ribu Hektare, Cek Sasaran PSR Tahap I 2026 Per Wilayah

16 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Ditargetkan 50 Ribu Hektare, Cek Sasaran PSR Tahap I 2026 Per Wilayah
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA — Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, menetapkan target Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahap I Tahun 2026 seluas 50.000 hektare. Penetapan ini tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat pada Januari 2026.

Target PSR tersebut merupakan hasil koordinasi antara Direktorat Jenderal Perkebunan dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan, sekaligus hasil telaahan atas usulan dari pemerintah daerah. Distribusi target Tahap I mencakup 20 provinsi dan 105 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Melalui kebijakan ini, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat. Pemerintah daerah diminta segera melakukan sosialisasi, verifikasi kelembagaan pekebun, serta menyiapkan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai dasar penerbitan rekomendasi teknis PSR Tahun 2026 Tahap I.

Promosi ssco

Daftar Target PSR Tahap I 2026 per Wilayah

1. Provinsi Aceh – 7.750 ha

• Nagan Raya: 750

• Aceh Utara: 500

• Aceh Timur: 1.500

• Aceh Singkil: 1.000

• Aceh Tamiang: 1.500

• Aceh Jaya: 200

• Kota Subulussalam: 1.200

• Aceh Barat Daya: 200

• Simeulue: 500

• Aceh Selatan: 100

• Bireuen: 300

2. Provinsi Sumatera Utara – 5.250 ha

• Langkat: 500

• Padang Lawas: 500

• Padang Lawas Utara: 750

• Labuhan Batu Selatan: 1.000

• Labuhan Batu Utara: 1.000

• Labuhan Batu: 750

• Simalungun: 150

• Batubara: 250

• Mandailing Natal: 250

• Tapanuli Tengah: 100

3. Provinsi Sumatera Barat – 2.000 ha

• Dharmasraya: 500

• Solok Selatan: 250

• Pasaman Barat: 300

• Pesisir Selatan: 300

• Agam: 250

• Sijunjung: 250

• Pasaman: 150

4. Provinsi Riau – 6.650 ha

• Kampar: 1.000

• Rokan Hulu: 1.000

• Rokan Hilir: 1.000

• Pelalawan: 1.000

• Siak: 750

• Bengkalis: 300

• Kuantan Singingi: 500

• Indragiri Hulu: 500

• Indragiri Hilir: 500

• Kota Dumai: 100.

Promosi ssco

5. Provinsi Jambi – 7.800 ha

• Batanghari: 1.500

• Muaro Jambi: 750

• Bungo: 750

• Merangin: 1.500

• Tanjung Jabung Barat: 750

• Tebo: 300

• Sarolangun: 750

• Tanjung Jabung Timur: 1.500

6. Provinsi Bengkulu – 3.500 ha

• Bengkulu Utara: 1.250

• Mukomuko: 750

• Bengkulu Tengah: 500

• Bengkulu Selatan: 500

• Seluma: 500

7. Provinsi Sumatera Selatan – 3.600 ha

• Musi Banyuasin: 1.000

• Ogan Komering Ilir: 1.000

• Muara Enim: 300

• Ogan Komering Ulu: 300

• Musi Rawas Utara: 300

• Musi Rawas: 150

• Banyuasin: 300

• Lahat: 250

8. Provinsi Kep. Bangka Belitung – 800 ha

• Bangka Tengah: 100

• Bangka Selatan: 250

• Bangka: 200

• Belitung: 50

• Bangka Barat: 100

• Belitung Timur: 100

9. Provinsi Lampung – 1.200 ha

• Lampung Tengah: 250

• Mesuji: 250

• Tulang Bawang: 500

• Way Kanan: 100

• Lampung Timur: 100

10. Provinsi Lainnya

• Banten: 500 ha

• Kalimantan Barat: 3.650 ha

• Kalimantan Tengah: 900 ha

• Kalimantan Timur: 750 ha

• Kalimantan Selatan: 1.600 ha

• Kalimantan Utara: 450 ha

• Sulawesi Tengah: 950 ha

• Sulawesi Barat: 1.750 ha

• Sulawesi Selatan: 200 ha

• Sulawesi Tenggara: 200 ha

• Papua Barat: 500 ha.

Tags:

PSRperemajaan sawit rakyat

Berita Sebelumnya
GAPKI Soroti Lambatnya PSR dan Dampak Kebijakan B50 terhadap Ekspor maupun Harga Minyak Goreng

GAPKI Soroti Lambatnya PSR dan Dampak Kebijakan B50 terhadap Ekspor maupun Harga Minyak Goreng

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono menyampaikan pandangannya terkait sejumlah isu krusial dalam industri kelapa sawit. Mulai dari lambatnya peremajaan sawit rakyat (PSR) hingga potensi dampak kebijakan B50 terhadap ekspor dan harga minyak goreng dalam negeri.

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *