KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Bengkulu Periode 1–15 Oktober 2026, Umur 10–20 Tahun Rp3.430,55 per Kg

2 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Bengkulu Periode 1–15 Oktober 2026, Umur 10–20 Tahun Rp3.430,55 per Kg

sawitsetara.co - BENGKULU — Harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra atau plasma di Provinsi Bengkulu ditetapkan untuk periode 1–15 Oktober 2026. Berdasarkan hasil penetapan tim satuan tugas, harga TBS tertinggi tercatat pada kelompok umur 21 tahun sebesar Rp3.481,52 per kilogram.

Sementara itu, harga TBS untuk kelompok umur tanaman produktif 10–20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.430,55 per kilogram. Harga tersebut menjadi acuan pembelian TBS pekebun mitra atau plasma di Bengkulu.

Dalam berita acara penetapan harga, tim menetapkan indeks K sebesar 85,92 persen dengan nilai tambah cangkang sebesar 4,94. Adapun harga rata-rata CPO ditetapkan sebesar Rp15.829,97 per kilogram dan harga rata-rata kernel sebesar Rp13.772,82 per kilogram.

Penetapan harga tersebut dilakukan berdasarkan hasil rapat tim satuan tugas penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit produksi pekebun mitra dan swadaya Provinsi Bengkulu.

apkasindo

Berikut daftar lengkap harga TBS sawit Bengkulu periode 1–15 Oktober 2026:

• Umur 3 tahun: Rp2.994,43/kg

• Umur 4 tahun: Rp3.153,43/kg

• Umur 5 tahun: Rp3.170,49/kg

• Umur 6 tahun: Rp3.094,15/kg

• Umur 7 tahun: Rp3.244,47/kg

• Umur 8 tahun: Rp3.234,88/kg

• Umur 9 tahun: Rp3.392,84/kg

• Umur 10–20 tahun: Rp3.430,55/kg

• Umur 21 tahun: Rp3.481,52/kg

• Umur 22 tahun: Rp3.398,47/kg

• Umur 23 tahun: Rp3.307,25/kg

• Umur 24 tahun: Rp3.213,39/kg

• Umur 25 tahun: Rp3.144,02/kg.

Tags:

harga TBSBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Limbah Sawit Disulap Jadi Keripik Jamur Merang, Inovasi Mahasiswa ITSI di KMI Expo 2026

Limbah Sawit Disulap Jadi Keripik Jamur Merang, Inovasi Mahasiswa ITSI di KMI Expo 2026

Tandan kosong kelapa sawit tidak hanya berakhir sebagai pupuk. Mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan mengembangkan limbah tersebut menjadi media tanam jamur merang yang kemudian diolah menjadi keripik.

1 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *