KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Nasional Periode Akhir Maret Rata-rata Rp3.325/kg, Sumatera Barat Tertinggi

30 Maret 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Sawit Nasional Periode Akhir Maret Rata-rata Rp3.325/kg, Sumatera Barat Tertinggi

sawitsetara.co - JAKARTA — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia masih menunjukkan variasi di 22 provinsi berdasarkan penetapan Dinas Provinsi dan data yang dihimpun Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) untuk periode 23–29 Maret 2026.

Sumatera Barat menempati posisi tertinggi dengan harga mencapai sekitar Rp3.963/kg, disusul oleh Riau dan Sumatera Utara. Sementara itu, Banten berada di posisi terbawah dengan harga sekitar Rp2.400/kg.

Idul Fitri

Secara nasional, rata-rata harga TBS tercatat sebesar Rp3.325/kg. Sementara itu, harga minyak sawit mentah (CPO) berada di kisaran rata-rata Rp14.272/kg dengan indeks K sebesar 89.

Untuk tingkat petani, harga TBS swadaya di pabrik kelapa sawit (PKS) berada pada kisaran Rp3.242 hingga Rp3.792/kg. Adapun harga TBS petani plasma atau kemitraan berkisar antara Rp2.450 hingga Rp3.913/kg.

Di sisi lain, harga pokok produksi (HPP) kelapa sawit diperkirakan berada pada rentang Rp1.750 hingga Rp2.000/kg.

Idul Fitri

Daftar Harga TBS (per kg) di 22 provinsi periode 23–29 Maret 2026

Sumatera Barat – Rp3.963

Riau – Rp3.886

Sumatera Utara – Rp3.834

Jambi – Rp3.669

Aceh – Rp3.600

Kalimantan Tengah – Rp3.568

Sumatera Selatan – Rp3.534

Bangka Belitung – Rp3.514

Kalimantan Barat – Rp3.450

Papua – Rp3.409

Kalimantan Selatan – Rp3.403

Bengkulu – Rp3.380

Kalimantan Timur – Rp3.266

Lampung – Rp3.194

Sulawesi Barat – Rp3.183

Sulawesi Tengah – Rp3.156

Kalimantan Utara – Rp3.153

Sulawesi Tenggara – Rp3.081

Gorontalo – Rp3.015

Papua Barat – Rp2.811

Sulawesi Selatan – Rp2.674

Banten – Rp2.400.


Berita Sebelumnya
Perluas Program SDM untuk Wujudkan Keberlanjutan Industri Sawit

Perluas Program SDM untuk Wujudkan Keberlanjutan Industri Sawit

Tingginya persaingan industri minyak nabati maka diharapkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dapat memperluas program SDM (sumber daya manusia) sawit. Hal ini penting mengingat kebutuhan industri yang semakin kompleks. SDM menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

29 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *