KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Sumbar Periode II Mei 2026 Tercatat Turun

19 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Sawit Sumbar Periode II Mei 2026 Tercatat Turun

sawitsetara.co - PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode II atau 15–21 Mei 2026. Penetapan dilakukan dalam rapat tim perumus harga TBS yang digelar di Padang, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan berita acara penetapan harga, TBS sawit tertinggi tercatat pada tanaman umur 21 tahun sebesar Rp3.998,76 per kilogram. Sementara itu, harga untuk tanaman umur 10 hingga 20 tahun berada di level Rp3.985,71 per kilogram.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam dokumen tersebut disebutkan, penetapan harga dilakukan dengan menggunakan indeks K sebesar 94,34 persen. Harga crude palm oil (CPO) ditetapkan Rp15.102,06 per kilogram, harga inti sawit (kernel) Rp15.310,16 per kilogram, dan harga cangkang Rp17,75 per kilogram.

Tim penetapan juga mencatat bahwa harga TBS untuk periode berikutnya, yakni 22–31 Mei 2026, akan ditetapkan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Sawit Setara Default Ad Banner

Daftar Harga TBS Sawit Sumbar Periode 15–21 Mei 2026

Usia 3 tahun: Rp3.122,59/kg

Usia 4 tahun: Rp3.304,39/kg

Usia 5 tahun: Rp3.503,18/kg

Usia 6 tahun: Rp3.617,51/kg

Usia 7 tahun: Rp3.763,77/kg

Usia 8 tahun: Rp3.905,45/kg

Usia 9 tahun: Rp3.985,71/kg

Usia 10–20 tahun: Rp3.985,71/kg

Usia 21 tahun: Rp3.998,76/kg

Usia 22 tahun: Rp3.838,04/kg

Usia 23 tahun: Rp3.832,42/kg

Usia 24 tahun: Rp3.775,39/kg

Usia 25 tahun: Rp3.601,30/kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
APKASINDO Dorong Model ISPO Relatif untuk Petani Sawit, Soroti Legalitas Lahan hingga Minimnya Insentif

APKASINDO Dorong Model ISPO Relatif untuk Petani Sawit, Soroti Legalitas Lahan hingga Minimnya Insentif

Dr. Eko menjelaskan, pemerintah melalui Perpres Nomor 16 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 33 Tahun 2025 telah mewajibkan sertifikasi ISPO bagi pekebun mulai tahun 2029. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan capaian ISPO petani masih sangat rendah. Data Ditjenbun mencatat, hingga Oktober 2025, sertifikasi ISPO petani baru mencapai sekitar 74 ribu hektare atau hanya 1,1 persen dari total 6,94 juta hektare kebun sawit rakyat.

18 Mei 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *